Masjid Kobe, Masjid Tertua di Jepang yang Tetap Kokoh dari Serangan Bom dan Gempa




Masjid Kobe tercatat sebagai Masjid pertama di Negeri Sakura

Meski umat Muslim di Jepang masih sangat sedikit dan menjadi minoritas, jejak Agama Islam di Negeri Sakura sudah ada sejak lama. Pada paruh awal abad ke-20, Jepang tengah giat mempelajari Islam. Hubungan Jepang dengan Islam dipercaya telah dirintis sejak akhir abad ke-19. Menurut catatan Prof Harry J Benda, “penemuan Islam” oleh Jepang baru berkembang sejak awal 1920-an.

Masjid Kobe dibangun pada tahun 1928 yang menjadikannya sebagai rumah ibadah umat Muslim pertama di Jepang. Terletak di Nakayamate Dori, Chuo-ku, masjid ini akhirnya dibuka pada tahun 1935.

Saat Perang Dunia II, ketika pasukan sekutu memutuskan untuk menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, kota Kobe tak luput dari kehancuran akibat  serangan pengeboman lewat udara. Hampir semua bangunan di Kobe hancur, tapi Masjid Kobe masih tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami retak pada dinding luarnya dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak kehitaman akibat asap serangan bom.

Keadaan Masjid Kobe setelah pengeboman saat Perang Dunia II

Masjid Kobe yang sempat ditutup oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1943 dijadikan tempat berlindung para tentara Jepang yang akhirnya berhasil selamat. Setelah itu, Masjid ini dijadikan tempat pengungsian korban perang.

Selepas Perang Dunia II, Pemerintah Arab Saudi dan Kuwait memberikan bantuan untuk renovasi besar-besaran Masjid Kobe agar kembali cantik dan bisa beroperasi sebagai mana mestinya. Kaca-kaca jendela yang pecah diganti dengan kaca-kaca jendela baru yang didatangkan langsung dari Jerman.

Setelah itu Masjid Kobe sering kali dilanda krisis keungan karena tingginya pajak bangunan yang harus dibayarkan oleh pihak Komite Masjid. Beruntung donasi dari umat Muslim di Jepang terus mengalir untuk menjaga Masjid Kobe. Ujian ‘kekohan’ dan ‘keajaiban’ masjid ini kembali terjadi pada 17 Januari 1995, kota Kobe dihantam Gempa bumi besar Hanshin-Awaji  yang memakan korban jiwa sebanyak 6.433 orang.

Arsitektur di dalam masjid

Gempa Bumi besar Hanshin-Awaji merupakan gempa Bumi terburuk di Jepang sejak Gempa Bumi besar Kanto 1923 yang menelan korban jiwa 140.000 orang. Dan, kembali lagi Masjid Kobe tetap berdiri tegak dan tidak terlalu mengalami kehancuran.  Masjid ini seolah menjadi tanda nyatanya sebuah “mukjizat.”

Kini, Masjid Kobe menjadi pusat kegiatan Agama Islam di wilayah Kobe dan Kansai. Banyak kegiatan yang dilakukan di masjid ini. Masjid ini juga memiliki perpustakaan dengan berbagai koleksi buku tentang Islam. Banyak buku juga yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang.

Masjid Kobe juga menjadi salah satu tujuan wisata populer di Kobe baik itu oleh para wisatawan Muslim ataupun non-Muslim. Mereka semua tak ingin melewatkan kesempatan mengunjungi masjid yang memiliki sejarah panjang.

Saat bulan Ramadan tiba, acara berbuka puasa akan dilakukan setiap harinya. Umat muslim dari berbagai negara berkumpul dan saling berbagi dalam bulan yang suci.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1808 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.