Makoto Shinkai: “Stop Tonton Kimi no Na Wa!”




Makoto Shinkai mempunyai sebuah masalah, masalah yang besar. Film teranyarnya yang berjudul Kimi no Na Wa menjelma menjadi fenomena yang luar biasa sejak dirilis pada bulan Agustus 2016.

“Ini sudah tidak sehat,” ujar Shinkai seperti yang kami lansir dari Japan Times.

Setiap pekan, pendapatan film dari Shinkai terus bertambah dan mendekati raihan film Sprited Away yang hingga kini menjadi film Jepang tersukses sepanjang sejarah.

“Saya sangat berharap (Kimi no Na Wa) tidak akan menang,” lanjut Shinkai

Keingingan Shinkai agar orang-orang segera mengakhiri demam Kimi no Na Wa karena ia ingin segera menggarap film baru yang masih akan mengangkat kehidupan remaja Jepang.

Sayangnya keinginan Shinkai seperti akan sulit tercapai, setidaknya dalam waktu dekat ini. Kimi no Na Wa sudah menjadi fenomena global, tidak hanya di Jepang.

Selain merajai box office Jepang, film ini juga sukses menaklukan box office negara lain seperti Taiwan dan Thailand. Kimi no Na Wa juga baru saja dinobatkan sebagai film Jepang terlaris sepanjang masa di Tiongkok dan Thailand.

Setiap pekan, pendapatan film dari Shinkai terus bertambah dan mendekati raihan film Sprited Away yang hingga kini menjadi film Jepang tersukses sepanjang sejarah.

Tak pelak, hal ini membuat Shinkai mulai dibandingkan dengan sutradara Hayao Miyazaki yang menelurkan Spirited Away.

“Tentu saja saya senang ketika nama saya disandingkan dengan Miyazaki dalam topik yang sama. Rasanya seperti mimpi. Tapi saya rasa mereka melebih-lebihkan Kimi no Na Wa karena saya tidak berada dalam level yang sama dengan Miyazaki.

“Sejujurnya saya tidak ingin Miyazaki untuk menontonnya karena ia akan melihat banyak kekurangan di dalam film.”

Meraih pendapatan lebih dari 20 milyar yen serta banyak mendapatkan penghargaan rupanya tidak membuatnya tinggi hati, ia justru merasa sebenarnya karyanya tidak sebagus yang banyak orang nilai.

“Ada beberapa yang tidak dapat kami lakukan,” ujarnya seraya menjelaskan jika tim animasinya yang dipimpin oleh salah satu murid terbaik Miyazaki, Masahi Ando, ingin terus bekerja tetapi persedian dana terus menipis hingga harus diberhentikan beberapa saat.

“Bagi saya, tidak lengkap, tidak seimbang. Film ini memiliki plot yang bagus, namun tidak semuanya sempurna. Dua tahun (untuk membuatnya) bukan waktu yang cukup.”

Shinkai mulai merasakan jika Kimi no Na Wa akan menjadi big hit ketika pertama kali diputar di  Los Angeles, sebelum tayang perdana di Jepang.

“Para penonton tertawa kemudian menangis… Tentu saja saya senang namun saya khawatir. Saya pun berujar kepada diri sendiri ‘Sial, mungkin saya membuatnya terlalu bagus.”

Semua orang sepakat jika kekutan utama Kimi no Na Wa adalah cerita antara Mitsuha dan Taki yang mengalami pertukaran tubuh.

“Saya ingin menggambarkan tentang seksualitas dengan cara yang lucu.”

Kimi no Na Wa juga sukses menggabungkan keindahan daerah pegunungan Nagano, tempat ia tumbuh dan Tokyo yang sangat modern.

Film ini juga menceritakan bagaimana para remaja yang ingin ke kota besar seperti Tokyo namun masih terikat dengan tradisi Jepang yang sudah mengakar lama.

Shinkai juga sadar jika buah kesuksesan Kimi no Na Wa akan membuatnya terus dibandingkan dengan Miyazaki meski ia merasa jika karyanya berbeda dengan sutradara legendaris tersebut.

Salah satu perbedaan menurut Shinkai adalah ia lebih memilih band rock RADWIMPS untuk mengisi soundtrak Kimi no Na Wa ketimbang musik orkestra.

Shinkai juga menilai jika ia tidak melihat Ando membuat film ini seperi karakteristik film Studio Ghibli pada umumnya meski ia adalah murid dari Miyazaki.

“Saya tidak merasakan ada sentuhan Miyazaki dari Ando. Pengaruh Miyazaki hanya dalam cara ia bekerja. Saat Ando datang ke studio, ia langsung mengambil pena sebelum mengambil segelas teh dan akan terus duduk hingga kereta terakhir di malam hari.

Ando jarang makan, dan hanya makan kepalan nasi di meja. Bahkan ia juga jarang ke toilet. Ketika saya melihatnya bekerja, saya berucap jika mungkin ini cara kerja di Studio Ghibli.”

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2217 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.