Kultur Orang Jepang yang Membuat Negara Mereka Maju dan Berkembang




Orang Jepang memilki banyak kebiasaan baik yang menunjang berkembangnya negara mereka

Kultur orang Jepang adalah salah satu faktor penting dalam berkembangnya Negara Matahari Terbit. Jepang tidak hanya dikenal karena keindahan pariwisatanya, tapi juga menjadi salah satu negara paling maju dan berkembang di dunia.

Perkembangan Jepang terbilang pesat seusai mereka mengalami kekalahan di Perang Dunia II yang meruntuhkan semua aspek negara. Pasca kekalahan tersebut, Jepang mulai berbenah dan kemajuan yang dilakukan oleh Jepang bisa terlaksana karena dukungan dari para penduduknya.

Jepang membentuk pribadi para penduduknya dengan untuk menjaga kultur dan tradisi nenek moyang mereka. Apa saja kultur dari orang Jepang yang sukses membuat negara mereka maju dan berkembang? Mari simak di bawah ini.

Baca Juga
Apakah Wanita Jepang Lebih Memilih Pria ‘Ganteng tapi Membosankan‘ Atau ‘Jelek tapi Menyenangkan?’
Fenomena Wanita Jepang Gemar Memakai Masker
Mengapa Ada Stigma Negatif Tentang Tato di Jepang?
Kriminalitas yang Umum Terjadi di Jepang

1. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke kereta, sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca.

Banyak penerbit yang mulai membuat manga untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi.

Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri menjadi tradisi sejak jaman Samurai. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.

Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan.

Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Jangan jika banyak orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 7 hingga 8 malam.

Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun.

Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2221 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.