Kuil Yasukini, Kuil Paling Kontroversial di Jepang




Bangunan utama Kuil Yasukuni (aula pemujaan)

Kuil Yasukuni atau yang memiliki arti “kuil bangsa damai” merupakan kuil paling kontroversial di Jepang yang kerap membuat hubungan Negara Matahari Terbit dengan Tiongkok dan Korea Selatan memanas. Pasalnya, di kuil yang didekasikan sebagai penghormatan untuk tentara Jepang ini juga disemayamkan 14 orang yang dinyatakan sebagai penjahat perang oleh PBB.

Kuil ini pertama kali dibangun oleh Kaisar Meiji untuk mengenang orang yang meninggal dunia untuk Kekaisaran Jepang semasa Restorasi Meiji. “Buku Jiwa” milik kuil ini mendaftar nama-nama, tempat lahir, dan tempat kematian 2.466.532 pria, wanita, dan anak-anak, mulai dari Perang Boshin 1867 hingga Perang Dunia II.

Kuil utama (honden) dibuat untuk mengenang semua orang yang meninggal dunia untuk kekaisaran, dan tidak dibatasi hanya untuk tentara, melainkan juga mencatat nama-nama pekerja sosial, pekerja pabrik, serta warga negara sipil nonetnis Jepang, seperti orang Taiwan dan orang Korea yang bekerja untuk Jepang.

Di kuil Yasukini terdapat makam 14 orang yang dinyatakan sebagai penjahat perang oleh PBB

Di kuil ini juga terdapat patung peringatan untuk hewan-hewan yang mati dalam perang dan ibu-ibu tunggal yang harus membesarkan anak-anak tanpa suami sebagai korban perang. Di kuil utama juga terdapat perpustakaan/arsip yang mengumpulkan informasi tentang setiap orang yang namanya diabadikan di kuil ini, dan sebuah museum perang konservatif.

Tiongkok dan Korea Selatan mempermasalahkan mengapa Jepang ‘memberikan penghormatan’ kepada para penjahat perang. Sementara pemilik kuil merasa tidak ada alasan untuk tidak memasukkan orang-orang yang dihukum karena kejahatan mereka. Semua orang dianggap sederajat tanpa memandang status sosial, jasa-jasa mereka semasa hidup, atau faktor-faktor lainnya. Satu-satunya persyaratan untuk dapat diabadikan di kuil ini adalah meninggal dunia untuk Kekaisaran Jepang.

Patung Omura Masujiro, pendiri dari tentara Jepang di era modern yang ada di dalam kompleks kuil

Setiap kali pejabat pemerintah Jepang melakukan kunjungan ke kuil ini seperti yang dilakukan PM Shinzo Abe, baik Tiongkok dan Korea Selatan memberikan kecaman. Mereka beranggapan kunjungan tersebut menjadi dukungan terhadap agresi Jepang di masa lalu yang telah membuat jutaan warga di negara mereka sangat sengsara.

Pendukung Kuil Yasukuni berpendapat bahwa menolak memasukkan arwah penjahat perang ke dalam kuil ini berarti tidak mengakui masa dinas mereka untuk Kekaisaran Jepang, sekaligus mengingkari keberadaan mereka dan mengingkari mereka telah berbuat kejahatan atas nama Kaisar Jepang.

Kontroversi Kuil Yasukuni terus berlanjut tidak hanya setiap kali politikus Jepang datang berkunjung, melainkan juga ketika politikus non-Jepang datang berkunjung, termasuk Lee Teng-hui yang memiliki kakak yang arwahnya disemayamkan di honden Kuil Yasukuni. Politikus sayap kiri memandang kuil ini sebagai simbol imperialisme Jepang. Sebaliknya, politikus sayap kanan menganggap kuil ini sebagai simbol patriotisme.

Negara yang menjadi jajahan Jepang di era peperangan selalu mengecam keras kunjungan pejabat Jepang ke Kuil Yasukuni

Kontroversi kuil ini juga berimbas kepada salah satu bintang pop, Justin Bieber. Di bulan Juli 2017, pemerintah Tiongkok mengeluarkan larangan terhadap penyanyi asal Kanada itu untuk menggelar konser di negara mereka.

Rupanya salah satu alasan penolakan tersebut adalah karena Bieber pernah mengunjungi Kuil Yasukuni saat melakukan lawatan ke Jepang. Meski kemudian Bieber menghapus foto kunjungannya ke kuil tersebut dari akun media sosialnya, publik dan pemerintah Tiongkok telanjur berang.

Kuil Yasukuni terletak di Chiyoda, Tokyo dan jika kalian sangat penasaran untuk mengunjunginya bisa menggunakan kereta JR menuju stasiun Ichigaya atau Iidabashi (Sobu Line and Chuo Line) kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 10 menit.

Sumber: wikipedia, google

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2225 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.