Kuil Hikawa Ōmiya, Pusat dari Semua Kuil Hikawa di Jepang




Jepang adalah negara yang terkenal memiliki banyak kuil, baik itu kuil Shinto ataupun Buddha. Kuil Shinto biasanya diberi tambahan “Jingua” atau “Jinja”, sedangkan kuil Budha biasanya diberi tambahan “ji”.

Hikawa-jinja adalah sebuah kuil Shinto yang menurut catatan sejarah didirikan pada pemerintahan Kaisar Kosho 473 SM. Ada sekitar 280 kuil Hikawa yang tersebar di Prefektur Saitama, Tokyo, dan Kanagawa.

Untuk kuil yang terbesar sekaligus menjadi pusat terletak di distrik Ōmiya, Prefektur Saitama. Kuil ini dihormati oleh para jenderal dan para samurai Jepang yang terkenal, seperti Minamoto no Yoritomo.

IMG_0804
Torii/gerbang utama menuju Kuil Hikawa Ōmiya

Ōmiya sendiri secara harfiah memiliki arti “Kuil Besar” yang berasal dari  Kaisar Meiji, dan kemudian menjadikan Hikawa sebagai salah satu Kuil Shinto di wilayah Kanto.

Kuil Hikawa Ōmiya terletak disamping Taman Ōmiya. Kuil sepanjang 2 kilometer ini memiliki 650 buah Zelkova yang berada disamping gerbang kuil.

Sebuah legenda menceritakan bahwa Yamato Takeru, yang terluka kakinya selama perang salib menuju ke Timur, mengunjungi tempat ziarah dan mengikuti arah seorang tua yang muncul dalam mimpinya.

Sembahyang di Kuil Hikawa Ōmiya
Sembahyang di Kuil Hikawa Ōmiya

Setelah menyembah, dia mampu berdiri sendiri. Hal ini diketahui bahwa nama daerah tersebut adalah Ashidate (足 立), Secara harfiah berarti “Leg Stand”, dan akhirnya dinamai seperti itu setelah kejadian ini. Kolam di lingkungan rumah suci itu adalah sisa Minuma dan dianggap memiliki akar di enshrining air Dewa Minuma.

Dari 1871 (Meiji 4) sampai dengan 1946 (Shōwa 21), kuil Hikawa resmi ditunjuk sebagai salah satu Taisha-Kanpei (官 币 大 社), artinya tempat suci pertama yang didukung oleh pemerintah. Struktur dari Kuil utama direnovasi pada tahun 1882 (Meiji 15).

Ema yang ada di Kuil Hikawa Ōmiya
Ema yang ada di Kuil Hikawa Ōmiya

Pada tahun 1940 (Shōwa 15)), sebuah proyek yang dibiayai oleh pemerintah kembali memperbaiki struktur tempat suci utama, menara gerbang, dan struktur lainnya. Termasuk jalan masuk ke Kuil Hikawa (Entrance Torii).

Chōzuya atau tempat air untuk membersihkan diri sebelum masuk kuil
Chōzuya atau tempat air untuk membersihkan diri sebelum masuk kuil

Berikut perkembangan Kuil Hikawa di Jepang dari masa ke masa:

  • 11 Desember 1868 (Meiji 1, hari ke 28 dari bulan ke-10): kunjungan pertama sang kaisar
  • 1870 (Meiji 3, 1 hari bulan 11): Kaisar memuja di Hikawa
  • 1873 (Meiji 6): Kaisar bergerak dari negara bagian menuju ke kuil
  • 31 Agustus 1878 (Meiji 11, 31 hari dari bulan ke-8): Kaisar melakukan perjalanan dari Tokyo ke Hikawa
  • 1896 (Meiji 29): Pangeran Mahkota Yoshihito melihat tempat suci atau Kuil Hikawa
  • 1917 (Taishō 6): Pangeran Mahkota Hirohito mengunjungi Kuil Hikawa
  • 1919 (Taishō 8): Bupati (sesshō) melihat Kuil Hikawa
  • 1920 (Taishō 9): Ratu Sadako (Kogo) melihat Kuil Hikawa
Jalan keluar dari Kuil Hikawa Ōmiya
Jalan keluar dari Kuil Hikawa Ōmiya



Jika kalian berkunjung ke Jepang dan memiliki banyak waktu, sempatkan lah untuk mendatangi Kuil Hikawa di Ōmiya. Hanya cukup menaiki kereta dari semua Stasiun di Tokyo menuju Stasiun Ōmiya kemudian berjalan kaki selama 20 menit untuk menjangkaunya.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2225 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.