Kriminalitas yang Umum Terjadi di Jepang




Pencurian sepeda menjadi salah satu kriminalitas yang paling sering terjadi di Jepang

Kita sering kali mendengar Jepang adalah negara yang super sangat aman. Ada sebuah urban mitos bagi para pendatang yang ada di Jepang yakni jka kita menaruh barang pribadi kita di tengah-tengah tempat umum, konon sama sekali tidak ada orang yang berani mengambil barang yang ada disana hingga sampai berhari-hari. Kontradiktif sekali dengan negara kita.

Pernyataan itu diamini juga dengan data yang sudah diriset oleh Institute for Economy and Peace (IEP) yang mendata jumlah Global Peace Index (GPI) pada tiap negara, yakni ukuran data keamanan pada negara seluruh dunia sejak tahun 2007.

Tapi kita tidak bisa menutup mata. Dimanapun belahan negaranya, baik negara besar atau kecil, selalu ada kriminalitas yang mengintip di sana.

Japaneseruleof7.com dengan percaya diri menyebutkan, ada tiga jenis kriminalitas yang umum terjadi disana berdasarkan dari pengamatan selama tinggal disana bertahun-tahun. Apa saja itu?

Baca Juga
Tingkat Kriminalitas di Jepang Terus Menurun
Mengapa Banyak Tragedi Bunuh Diri di Jepang?
Fakta-Fakta Menarik Tentang Orang Jepang
Cara Jepang Dalam Mengurangi Jumlah Perokok di Negaranya

1. Pencurian sepeda

Jepang merupakan salah satu negara yang penduduknya menggunakan transportasi sepeda sebagai kendaraan pribadinya saat sedang berpergian.

Mungkin bisa saja diperkirakan jumlah sepeda lebih banyak dari jumlah penuduknya sendiri. Tentu tidak salah jika si pencuri berpikir untuk mengambil beberapa buah sepeda untuk jadi miliknya melihat jumlah sepeda di Jepang tidak akan ada habisnya.

3. Kejahatan seksual

Sebagai negara yang sangat maju, seluruh penduduk Jepang sangat termotivasi akan karirnya. Sehingga hal-hal pokok yang semestinya dilakukan oleh manusia menjadi di nomor sekiankan, termasuk kehidupan seksualnya.

Imbasnya, tidak cukup dengan produk-produk seksual yang banyak ditawarkan di pasar. Kadang jika sudah pada titik ubun-ubun, si pelaku sering kali terjadi menjalankan “hasratnya” di ruang publik seperti melakukan sexual harrasment atau sejenisnya.

3. Pembobolan rumah

Sering kali membaca di manga-manga lawas, terdapat sebuah karakter yang menggunakan kain tenugui dikepalanya lalu diikat kebawah tepat di bawah batang hidung, sehingga terlihat seakan-akan memiliki kumis.

Kostum ini biasanya diidentikan dengan Dorobo, atau pencuri yang suka memasuki rumah. Dalam era Jepang modern sekarang, kebiasaan beberapa orang untuk masuk ke rumah orang lain sepertinya masih belum berubah, bahkan ada juga beberapa orang yang menggelutinya menjadi sebuah profesi profesional.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1806 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.