Konbini Sebagai Salah Satu Ujung Tombak Binis Jepang




Konbini menjadi toko paling membantu dalam kehidupan sehari-hari di Jepang

Konbini, atau yang kita kenal sebagai convenience store dalam bahasa inggris, menyediakan berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari mulai dari baju, makanan, hingga masker muka. Pun hampir semua konbini di Jepang beroperasi 24 jam setiap harinya dalam seminggu.

Apa rahasia pelaku bisnis convenience store yang nilai sektor bisnisnya melebihi nilai output ekonomi Sri Lanka, Belarus dan Azerbaijan ini? Jawabannya adalah pembaharuan stok secara berkala.

Kompetisi dalam bisnis konbini ini tidak dapat dikatakan sebagai bisnis yang tergolong ramah, namun juga cukup kejam. FamilyMart Co. dan Uny Group Holdings Co. baru-baru ini sudah sepakat untuk melakukan merger agar dapat melawan Market Leader dari bisnis  yang memiliki nilai hampir 10 trilliun yen ini -berdasarkan laporan surat kabar marketing Nikkei MJ- , Seven-Eleven Japan Co.

“Pengalaman selama 40 tahun ini membuat kami mengerti bahwa tujuan utama dari bisnis ini adalah menawarkan suatu hal yang baru”, ungkap Minoru Matsumoto, juru bicara dari Seven-Eleven Japan yang memiliki cabang terbesar dalam skala nasional yaitu sekitar 18.000 cabang

“Setiap kali kami memberikan sebuah penawaran, kami mengonversi pelanggan baru dibanding mengambil pelanggan dari toko lain”, tambahnya.

Walaupun konbini mudah dijangkau dan dapat ditemukan dimana saja, namun sektor bisnis yang dijalankan dengan sistem franchise ini belum mencapai titik kepuasan terlepas dari peningkatan jumlah toko pada tahun 2014 sebesar 5%.

Menurut Asosiasi Franchise Japan (JFA), rata-rata orang Jepang berkunjung ke konbini adalah 11 kali dalam sebulan dan setiap cabang melayani hampir 1.000 pengunjung setiap harinya.

Walaupu banyak toko yang serupa di seantero Asia, seorang ahli pernah berujar bahwa kunci kesuksesan dari sistem konbini di Jepang adalah  melakukan penyesuaian yang tepat terhadap stok barang yang ada mulai dari produk higienis, payung dan masker wajah sampai batu baterai, memory card dan phone chargers.

Selain dibantu dengan sistem penyesuaian yang tepat , konbini-konbini tersebut juga dilengkapi oleh perangkat lunak yang dapat membantu mereka menganalisis  demografi, cuaca, bahkan hal-hal tertentu seperti hari libur sekolah, sehingga dapat membantu mereka untuk memprediksi barang apa yang tepat untuk dijual pada waktu-waktu tertentu tersebut.

Sebagai contoh, apabila ada festival sekolah di area tertentu yang dekat dengan konbini, maka mereka dapat menyediakan onigiri yang lebih banyak. Sedangkan dari sudut pandang pekerja kantoran yang notabene sering menghabiskan waktu di kantor, toko kelontong ini juga dapat menyediakan fasilitas yang berhubungan dengan administrasi perkantoran seperti jasa fotokopi dan fax, jasa pembayaran bill, tarik tunai bahkan jasa pembelian tiket kereta api.

“Konbini juga dapat beradaptasi secara berkala untuk mendapatkan customer baru yang potensial seperti wanita karir atau orang lanjut usia.” ujar Tomomi Nagai, analis senior dari Toray Corporate Business Research.

Laporan terakhir bahkan menyebutkan 70 persen barang-barang yang mereka tawarkan selalu diperbaharui dan dikemas ulang setiap tahun.

Beberapa strategi di atas memberikan dampak yang cukup besar baik bagi toko kelontong yang dikelola oleh keluarga maupun perusahan-perusahan besar yang memiliki bisnis di dunia retail.

Bahkan restoran cepat saji seperti McDonald’s Holding Co. dan gerai kopi ternama, Starbucks Coffe Japan juga menemukan kendala dalam bersaing dengan konbini, yang juga menyajikan kentang goreng dan kopi, sehingga membuat mereka harus memutar otak agar dapat menyajikan menu yang lebih kreatif.

“Kami memang menerapkan strategi berbasis dominasi”, ujar Matsumoto. “Kami merasa perlu untuk membuat kelompok distribusi yang besar untuk dapat bertahan di kompetisi ini”, tambahnya.

Satu rahasia dibalik kesuksesan konbini adalah bagaimana cara tiap toko menambah persediaan barangnya secara efektif, efisien dan tepat waktu. Sebagian toko bahkan tidak memiliki gudang untuk menyimpan barang.

Keluar-masuknya barang tercatat rapi dengan bantuan perangkat lunak yang sudah disebutkan sebelumnya, sehingga pusat logistik dapat memesan jumlah barang pengganti secara tepat.

Sistem yang hiper-efisien ini memudahkan manajer toko untuk mengatur arus kas keuangan agar dapat memaksimalkan penjualan, mengontrol barang masuk, memaksimalkan kebutuhan staff bahkan menyediakan kebutuhan toko  dengan biaya rendah.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1806 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.