Kenapa Banyak Orang Jepang yang Tidak Bisa Bahasa Inggris?




Banyak turis asing yang kerap mengalami kesulitan ketika berada di Jepang karena tidak sedikit orang Jepang yang tidak mengerti bahasa Inggris

Jepang pernah memberlakukan masa isolasi terhadap dunia luar hingga tahun 1868 atau saat Periode Edo. Dalam periode tersebut, diberlakukan peraturan jika orang asing dilarang masuk, dan orang Jepang juga dilarang pergi ke luar negeri. Jepang menutup rapat pintu negara mereka. Kebijakan tersebut akhirnya dihapuskan saat restorasi Meiji.

Ternyata masa isolasi dari pengaruh luar di zaman dahulu memiliki peranan kenapa orang Jepang banyak yang tidak bisa atau kesulitan dalam berbahasa Inggris.

Banyak turis asing yang mengalami kesulitan saat bertanya petunjuk jalan ke orang Jepang. Mereka yang tidak mengerti bahasa Inggris akan memberi tanda silang dengan tangan, bahkan banyak yang langsung pergi tanpa berbicara. Hal ini sedikit kontras karena Jepang juga dikenal sebagai bangsa yang sangat ramah.

Kejadian di mana orang Jepang akan pergi saat ada orang yang bertanya dengan bahasa Inggris bukan karena mereka tidak ramah namun kerena mereka malu tidak mengerti dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan tak bisa membantu.

Papan informasi di stasiun Jepang belum semuanya tersedia dalam Bahasa Inggris

Menurut Hitoshi Sekiguchi, Director dari Garimpeiro Records yang menghabiskan masa kecilnya di Chichago dan London, orang Jepang tidak pernah serius belajar bahasa Inggris, atau merasa tidak begitu penting karena masa isolasi terhadap dunia luar yang pernah dilakukan. Hal tersebut rupanya mengakar hingga sekarang.

Karena masa isolasi tersebut juga membuat Jepang terbiasa dengan bahasanya sendiri. Dalam dua tahun terakhir memang sudah ada perubahan, namun sebelumnya akan sangat sulit menemukan petunjuk arah dan lainnya dengan tulisan alfabet atau bahasa Inggris. Semuanya ditulis dengan huruf kanji, hiragana, ataupun katakana.

Meski Jepang mengenal huruf romaji, karena jarang digunakan atau ditemui, orang Jepang kesulitan melafalkan kata dalam bahasa Inggris. Hal yang membuat mereka menjadi semakin tidak tertarik untuk mempelajarinya.

Kata bahasa Inggris yang diserap ke dalam bahasa Jepang pun disesuaikan untuk mempermudah orang Jepang dalam mengucapnya. Contohnya seperti apartmen yang menjadi apaato, dan television yang menjadi terebi yang semuanya dituliskan dalam katakana.

Sangat sulit juga menemukan pentunjuk jalan di Jepang yang menggunakan Bahasa Inggris

Alasan lainnya mengacu dari blog gaijin. Pelajaran bahasa Inggris di sekolah Jepang memang berlangsung selama enam tahun yang dimulai sejak tahun pertama SMP.

Namun, banyak dari mereka masih belum bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Hal ini karena pendidikan bahasa Inggris di sekolah-sekolah Jepang lebih mengarahkan membantu siswa untuk lulus ujian tertulis untuk masuk ke universitas.

Ujian masuk universitas Jepang tidak menguji keterampilan komunikasi, hanya menulis dan tata bahasa. Sehingga banyak siwsa Jepang menghabiskan waktu berjam-jam menghafal kata dan tata bahasa namun tidak mengerti saat mempraktekan secara lisan.

Jadi, jika suatu saat kalian berada di Jepang dan menghadapi situasi seperti ini, hilangkan kesan orang Jepang sombong atau tidak ramah. Mereka hanya malu karena tidak bisa membantu.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2225 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.