Keihan Sightseeing Pass: Menjelajah Kyoto Dalam Dua Hari Dengan Murah Meriah




Gion Shirakawa adalah salah satu jalan paling ikonik di Kyoto

Setelah itu, tujuan selanjutnya aja berjalan mengililingi Gion. Satu tempat lain di wilayah ini yang harus disinggahi adalah Gion Shirakawa. Saat musim sakura dan musim gugur, Gion Shirakawa akan menjelma menjadi tempat dengan pemandangan yang sangat indah.

Tidak jauh dari Gion Shirakawa kita akan tiba di sungai Kamogawa yang bersejarah dalam waktu yang tepat yakni sore hari. Banyak orang yang bersantai di pinggir sungai dengan menyantap makanan ringan serta berlalu lalang dengan sepeda yang membuat suasana semakin menyenangkan.

Menikmati ice cream matcha khas Kyoto di tepi sungai Kamogawa

Untuk hari pertama, kami menyarankan sungai Kamogawa adalah destinasi terakhir. Percayalah, perjalanan hari pertama sudah cukup melelahkan dan diantara banyak keindahannya, Kyoto memiliki kekurangan dengan sedikitnya tempat menarik yang bisa dikunjungi saat malam hari.

Hari kedua

Hari kedua dimulai dengan mengujungi hutan bambu Arashiyama. Untuk menuju ke tempat ini, tidak bisa langsung dengan jalur Keihan. Tapi setidaknya akan lebih mengirit biaya tiket kereta dibandingkan dengan menggunakan kartu biasa atau ICOCA.

Kereta Arashiyama Hankyu

Untuk sampai ke Arashiyama dengan jalur Keihan, kita harus menuju stasiun Gion-Shijo, kemudian berjalan kaki ke stasiun Kawaramachi lalu menuju stasiun Katsura dengan kereta Hankyu Kyoto Line. Dari stasiun ini lalu pindah kereta jalur Hankyu Arashiyama untuk sampai ke stasiun Arashiyama Hankyu dengan total biaya hanya 220 yen.

Baca selengkapnya: Menikmati Nyanyian Merdu dari Batang Bambu di Hutan Sagano

Perjalanan menuju hutan bambu dari stasiun sungguh sangat spektakuler, terlebih jika sedang musim gugur. Pemandangan sungai Arashiyama yang melintasi jembatan Togetsu berpadu dengan warna warni daun akan memanjakan mata kalian.

Pemandangan sungai Arashiyama saat musim gugur

Mengunjungi Arashiyama tidak akan puas hanya dalam waktu sebentar, minimal kalian harus menyisihkan waktu setengah hari di sini. Tidak hanya hutan bambunya, tapi banyak tempat yang bisa dieksplor di Arashiyama. Mulai dari jembatan Togetsu, Tenryu-ji, hingga taman yang berada di sekitar hutan bambu.

Batang bambu di hutan ini merupakan bahan utama untuk memproduksi berbagai produk lokal seperti cangkir, kotak, vas, keranjang dan tikar. Tempat ini memang sangat memiliki peranan penting untuk Kyoto dan Jepang serta memiliki catatan sejarah yang penting. Sebelum meninggalkan Arashiyama, sempatkanlah makan di tempat-tempat makan yang berada di pinggir sungai.

Dari Arashiyama kita bisa melanjutkan perjalanan menuju Ginkaku-ji. Dari stasiun Arashiyama menuju stasiun Gion-Shijo dengan rute yang sama kemudian kembali pindah ke jalur Keihan untuk menuju stasiun Demachiyanagi. Dari stasiun ini, perjalanan dilanjutkan dengan naik bis nomor 17 dengan biaya 230 yen ke halte Ginkaku-ji Mae.

Baca selengkapnya: Kinkaku-Ji, Pesona Kuil Emas di Utara Kyoto

Kuil ini dikenal juga dengan nama kuil paviliun perak karena seluruh dinding dari ruangan utama dilapisi perak. Kuil ini dibangun sebagai kediaman dari Shogun Ashikaga Yoshimasa yang adalah cucu dari Ashikaga Yoshimitsu yang mendirikan Kinkaku-ji atau kuil emas.

Ginkaku-ji atau kuil paviliun perak

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dua hari memang tidak akan cukup untuk mengujungi semua tempat menarik di Kyoto. Masih ada Kinkaku-ji hingga Kyoto Gosho yang terlewat. Namun menurut kami ini adalah rute terbaik dengan membeli Keihan Sightseeing Pass jika hanya mempunyai dua hari waktu kunjungan.

Keihan Sightseeing Pass memang tidak menjangkau biaya perjalanan ke Arashiyama dan Ginkaku-ji, tapi setidaknya bisa memangkas biaya yang dikeluarkan jika dengan menggunakan ICOCA.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About dshiryu13 7 Articles
デライ You only live once but you can be fat forever✌ thedailyjapan.com