Kashima Antlers: Mengintip Peluang Juara Dengan Skuad Muda




Berisikan pemain muda, Kashima Antelers mencoba mengobati kerinduan para penggemarnya dengan gelar juara Liga

King of Ibaraki. Berangkat dari salah satu Prefektur paling tidak menarik di Jepang, Kashima Antlers berhasil menjadi tim tersukses di Jepang. Namun, mereka sudah absen merasakan gelar juara selama enam tahun terakhir. Bermaterikan pemain muda, Antlers siap bersaing dalam perebutan gelar juara.

Profile

Didirikan pada tahun 1947 dengan nama awal Sumitomo Metal Industries Factory Football Club di Osaka, namun ketika Japan Soccer League resmi dimainkan mereka pindah ke kota Kashima yang merupakan bagian dari perfektur Ibaraki pada tahun 1975.

Setelah pembentukan J. League, Nama Kashima Antlers mulai diperkenalkan sebagai pengganti dari Sumitomo Metal Industries Factory Football Club.

Nama ‘Antlers’ berasal dari nama kota Kashima, yang secara harfiah diterjemahkan sebagai ‘Pulau Rusa.’ Lambang klub tidak hanya menyerupai tanduk rusa, tetapi juga mencerminkan duri mawar karena merupakan bunga khas dari Ibaraki, Prefektur dimana Kashima berada.

Meskipun saat itu Antlers merupakan klub dari divisi 2 JSL, tapi mereka terpilih sebagai salah satu anggota pendiri J.League pada tahun 1993, karena memiliki stadion besar dan mewah bernama Kashima Soccer Stadium yang masih mereka gunakan sampai saat ini.

Meski awalnya berlatar belakang dari divisi 2, Antlers menjelma menjadi klub tersukses di Jepang. Mereka adalah klub dengan torehan gelar terbanyak dengan total 17 gelar (tidak termasuk juara stage dan Super Cup) sejak liga dimulai pada tahun 1993, termasuk treble winner bersejarah di tahun 2000 dan tiga gelar liga beruntun dalam rentan 2007 hingga 2009.

Selain sederet prestasi yang mereka ukir, Antlers juga dikenal publik karena sukses mendatangkan Arthur Antunes Coimbra atau lebih dikenal dengan nama Zico yang merupakan salah satu Legenda dari Brasil. Setelah itu, Kashima dan Brazil seperti menjadi sahabat sejati yang saling menguntungkan.

Bagi Kashima Antlers dan penduduk Ibaraki, Zico adalah Tuhan dalam sepakbola
Bagi Kashima Antlers dan penduduk Ibaraki, Zico adalah Tuhan dalam sepakbola

Zico merupakan bintang pertama yang didatangkan Antlers, dan ia mempunyai andil besar dalam usaha memprofesionalisasikan klub menjelang diluncurkannya J.League. Pemain pertama yang mencetak hat-trick di liga profesional Jepang itu sangat identik dalam perkembangan sepakbola di Kashima yang pada akhirnya membuat Zico dianggap sebagai Tuhan disana.

Maka dari itu tak heran jika pada akhirnya Kashima memberikan sebuah pengghargaan terhadap Zico dengan membuat sebuah patung yang terletak di kawasan Kashima Soccer Stadium yang menjadikannya sebagai pemain asing pertama yang dibuatkan patung dalam sejarah sepakbola Jepang.

Selain Zico Antlers juga sukses mendatangkan pemain bintang dari Brasil lainnya yaitu Jorginho dan Leonardo Araujo.

Masuknya pemain asing berkualitas ke Antlers juga memiliki pengaruh positif pada pengembangan pemain domestik. Tercatat Antlers sering menyumbangkan pemainnya ke timnas Jepang seperti Hitoshi Sogahara, Yutaka Akita, Koji Nakata, Mitsuo Ogasawara, Takayuki Suzuki dan Atsushi Yanagisawa yang menjadi bagian di skuad Piala Dunia 2002.

Dua punggawa timnas Jepang sakarang ini, Atsuto Uchida dan Yuya Osako pun mengawali karir profesional mereka bersama Antlers sebelum hengkang ke Eropa.

Peluang musim 2016

Musim ini bersama Masatada Ishii Antlers akan membangun kembali yang telah dikerjakan pada musim-musim sebelumnya, yakni menunggu para pemain mudanya berkembang dan berharap bisa mengakhiri puasa gelar juara liga dalam enam tahun terakhir.

Skuat Antlers pada musim 2016 menjadi salah satu yang termuda dengan rata-rata usia 24,5 tahun.  Dalam beberapa tahun kebelakang mereka memang menerapkan kebijakan untuk merekrut pemain-pemain muda dan ini tidak terlepas dari ambisi klub yang ingin menciptakan pemain-pemain masa depan untuk nantinya menjadi tulang punggung bagi kejayaan klub kedepannya.

Musim ini bisa menjadi tahun terakhir Gaku Shibasaki bersama Kashima Antlers
Musim ini bisa menjadi tahun terakhir Gaku Shibasaki bersama Kashima Antlers

Meski bermaterikan pemain muda,  Antlers tidak bisa dipandang sebelah mata.

Musim lalu mereka hanya menduduki peringgkat ke lima di klasemen keseluruhan, tapi di putaran  kedua mereka tampil luar biasa dengan meraih posisi kedua dibawah Sanfrecce Hiroshima dan melengkapinya dengan menyabet gelar Piala Liga.

Dibawah arahan kapten veteran Mitsuo Ogasawara yang dikombinasikan dengan salah satu gelandang muda paling potensial di Jepang Gaku Shibasaki, lini tengah Antlers tetap menjadi kunci permainan yang mendukung pergerakan Caio dari sayap.

Untuk memperkuat lini belakang, mereka mendatangkan Bueno. Bek asal Brazil yang masih berusia 20 tahun itu didatangkan dari Shimizu S-Pulse.

Keputusan brilian dilakukan pengurus Antlers dengan mempermanenkan Mu Kanazaki. Mantan pemain Nagoya Grampus itu adalah pahlawan tim saat meraih gelar Nabisco Cup 2015.

Antlers melepas striker asal Brazil mereka Davi. Pemain yang sudah berpengalaman di Jepang ini memang lebih sering berkutat dengan cedera dalam dua musim terakhir.

Dengan tidak adanya lagi Davi di dalam tim, sudah tentu kini Antlers berharap sepenuhnya dengan Kanazaki.

Meskipun di dominasi oleh para pemain muda, jika mereka mampu menjaga konsistensi seperti yang dilakukan diputaran kedua musim lalu, bukan tidak mungkin Antlers bisa lolos menuju fase Championship, meski masih agar berat untuk meraih gelar juara.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.