Kanto Vs Kansai: “Jangan Samakan Kami!”




Kanto vs Kansai, bagai dua ujung mata pisau yang berbeda

Kanto Vs Kansai, bagi anda pecinta hal-hal yang berbau Jepang pasti sudah tidak asing lagi dengan isu ini. Kedua wilayah ini mewakili dua wajah Jepang yang sama sekali berbeda.

Kanto mewakili sisi modern Jepang melalui kota metropolitan Tokyo, dan kota-kota modern lainnya seperti Yokohama, Chiba dan Saitama. Sebaliknya, Kansai mewakili sisi tradisional Jepang. Di wilayah ini terdapat kota-kota yang kental dengan sejarah tradisional Jepang seperti Osaka, Kyoto, Kobe, dan Nara.

Masyarakat Jepang memandang bahwa Kanto dan Kansai memiliki karakter yang sangat kontras, ibarat siang dan malam. Tidak hanya karakteristik kotanya, melainkan sampai ke hal-hal kecil lain seperti makanan dan selera humor penduduknya yang tidak ingin disamakan satu sama lain.

Baca Juga
Tips Menginap di Bandara Kansai, Osaka
Panduan Transportasi dari Bandara Haneda Menuju Pusat Kota Tokyo
8 Destinasi ‘Daytrip’ di Wilayah Kanto Dari Tokyo
Tokyo, Osaka dan Eskalator

Berikut ini The Daily Japan akan membahas mengenai perbedaan selain karakteristik kota yang membuat wilayah Kanto dan Kansai terlihat sangat berbeda.

1. Karakteristik Penduduk

Penduduk Kanto seringkali dianggap memiliki karakter yang sopan, namun dingin dan cenderung misterius. Sedangkan penduduk Kansai dianggap memiliki karakter yang ramah, cenderung blak-blakan, dan humoris. Oleh karena itu, maka tidak heran banyak komedian terkenal Jepang berasal dari wilayah Kansai.

2. Dialek

Meskipun sama-sama berada di Jepang, dua wilayah ini memiliki dialek yang sangat berbeda, khususnya Kansai. Bahkan tidak jarang penduduk Kanto merasa bingung ketika berkunjung ke Kansai.

Bahasa yang digunakan di Kanto adalah Bahasa Jepang standar dan bernada flat. Sementara itu, Kansai dengan Kansai-ben nya agak berbeda dan dikenal sebagai salah satu dialek yang paling kuat di Jepang. Penduduk Kanto terkadang menganggap penduduk Kansai berisik dan terlalu berapi-api ketika berbicara menggunakan Kansai-ben.

Berikut adalah perbedaan dialek yang akan sering kita temui di 2 wilayah ini:

3. Selera Humor

Selera humor antar kedua wilayah juga seringkali dianggap sangat berbeda. Kanto dikenal dengan selera humornya yang halus dan penuh kata-kata tersirat. Sedangkan Kansai memiliki selera humor yang cenderung blak-blakan dan to the point.

Teruko Nishiguchi (30), dari Nara menceritakan pengalamannya. “Di Kantor, rekan kerja saya dari Osaka membuat lelucon tentang rekan saya yang lain dari Chiba yang botak.

Ia bergurau, “Kemana rambutmu? Botak sekali!”, pernyataannya membuat shock rekan saya dari Chiba tersebut”.

Perbedaan dalam selera humor ini kadang-kadang bisa sampai menimbulkan kesalahpahaman, lho.

4. Makanan

Tidak sampai disitu, Kanto dan Kansai juga memiliki perbedaan dalam hal makanan. Pada umumnya masyarakat berpendapat bahwa rasa makanan Kanto cukup kuat dan dominan. Sedangkan makanan Kansai memiliki rasa yang ringan.

Sebagai contoh, natto, yang terkenal dengan tekstur dan baunya yang menyengat, menjadi primadona bagi penduduk Kanto saat sarapan. Sementara itu, tidak banyak penduduk Kansai yang menyukai natto.

Perbedaan lain juga dapat dilihat dari cara memakan takoyaki dan okonomiyaki.

“Bagi penduduk Kansai, takoyaki dan okonomiyaki sudah seperti makanan pokok, kami menyantapnya dengan nasi. Tapi penduduk Kanto menyantapnya sebagai snack”, ungkap Masahiro Tsuchiya (32), penduduk asli Kyoto.

5. Etika Saat Berdiri di Eskalator

Berdiri di satu sisi eskalator merupakan peraturan nasional yang diterapkan oleh pemerintah Jepang. Namun lagi-lagi kedua wilayah ini menerapkan aturan yang berbeda.

Di Kanto, ketika menaiki eskalator orang-orang akan berdiri di sebelah kiri, sedangkan di Kansai orang-orang akan berdiri di sebelah kanan.

Hal ini disebabkan oleh faktor sejarah. Pada zaman dahulu Kanto sempat dikuasai oleh kaum samurai. Mereka memilih berada di sebelah kiri ketika bertemu dengan orang asing, sehingga akan lebih mudah bagi mereka untuk mengeluarkan pedang jika terjadi sesuatu.

Kansai pada zaman dahulu dikenal sebagai wilayah perdagangan, sangat penting bagi mereka untuk menjaga uang dan barang berharga yang dimiliki.

Karena pada umumnya mereka menggunakan tangan kanan, maka mereka memilih untuk berada di sisi kanan saat bertemu orang asing.

6. Olahraga

Klub baseball Yomiuri Giants dari Tokyo dan Hanshin Tigers dari Osaka juga dikenal sebagai rival abadi di dunia baseball Jepang.

Keduanya merupakan dua tim terbesar di Liga Baseball Jepang. Tunggu sampai anda menonton langsung pertandingan dan merasakan atmosfernya, baik Giants maupun Tigers memiliki pendukung yang loyal dan sangat fanatik yang tersebar di seluruh Jepang.

Tidak heran pertandingan antara kedua tim pun menjadi pertandingan yang paling ditunggu-tunggu setiap tahun nya.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.