Kaminarimon, Gerbang Halilintar Penyambut Para Wisatawan di Asakusa




Gerbang Kaminarimon menjadi salah satu spot berkumpulnya para wisatawan dari berbagai penjuru dunia di Jepang

Jika kalian sering melihat iklan promosi pariwisata dari Jepang, rasanya tidak akan asing dengan gambar gerbang dan lentera besar berwarna merah yang memang menjadi salah satu tempat paling laris dikunjungi oleh para turis baik itu asing ataupun lokal.

Gerbang dan lentera besar yang bertuliskan Kaminarimon tersebut adalah pintu masuk menuju Sensō-ji, kuil tertua di Tokyo. Gerbang ini dibangun pertama kali tahun 941 oleh Taira no Kinmasa, seorang komandan militer Jepang.

Gerbang Kaminarimon dengan patung Fujin dan Rajin disebelah kanan dan kiri

Furaijinmon menjadi nama awal dari gerbang ini. Sesuai dengan namanya, gerbang ini dijaga oleh patung Fujin atau dewa angin di sisi kanan, dan Rajin atau dewa petir di sisi kiri. Dibalik kedua patung tersebut, terdapat patung Kinryou atau dewa naga emas dan Tenryou atau dewa naga langit.

Pada awalnya terletak di dekat Komagata, kemudian pada tahun 1635 direkonstruksi di lokasi saat ini, Asakusa. Gerbang ini mengalami banyak pembakaran. Empat tahun setelah dipindahkan ke Asakusa, Kaminarimon habis terbakar. Tokugawa Iemitsu, Shogun ketiga dari dinasti Tokugawa kembali membangun gerbang ini dengan beberapa bangunan lain disekitarnya hingga akhirnya kembali terbakar pada tahun 1757 dan 1865.

Patung Tenryou yang berbentuk laki-laki

Setelah hampir satu abad lamanya terbengkalai, Kaminarimon dibangun kembali pada tahun 1960 dengan hasil sumbangan dari seorang pengusaha bernama Konosuki Matsushita. Sejak saat itu, gerbang ini seakan melupakan masa lalunya yang kelam, dan menjelma menjadi salah satu landmark paling penting di ibukota yang selalu setia menyambut kedatangan para wisatawan.

Lentera merah yang menggantung diganti secara berkala. Untuk yang sekarang, dipasang sejak tahun 2003, pada saat perayaan ulang tahun ke-400 periode Edo. Yang perlu diketahui, setiap bulan Mei di Asakusa diselenggarakan acara Sanja Matsuri. Saat acara dilangsungkan, kertas dari lentera merah akan dilipat agar tertabkrak oleh mikoshi atau tandu dewa. Jadi, jika kalian melancong saat periode tersebut, tidak akan melihat lampion tersebut secara utuh.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.