Kaiten-Sushi: Ketika Sushi Melaju bersama Shinkansen




Kaiten-Sushi memadukan sushi dengan shinkansen

Mungkin ketika menyebutkan kata “Jepang”, maka dalam bayangan anda mungkin akan muncul pula kata “Sushi”. Tak dapat dipungkiri bahwa Sushi merupakan makanan Jepang yang terkenal di dunia. Sushi mulai populer sejak jaman Edo (1603-1868) sebagai makanan kaki lima.

Namun pada saat Perang Dunia II, penjualanan bahan mentah di berbagai gerai pinggir jalan mulai dilarang, membuat sushi menjadi makanan mewah yang hanya tersedia di restoran tertentu. Seiring dengan perubahan jaman, berkembang jenih usaha kaiten sushi (sushi berputar) yang membuat sushi menjadi makanan yang cukup terjangkau.

Pelanggan kaiten sushi hanya perlu duduk sambil menunggu piring-piring sushi yang berkeliling di depannya. Pelanggan bisa saja meminta sushi pilihannya kepada pelayan atau pada era modern ini, mereka bisa memilihnya dengan menggunakan touchscreen. Terdapat berbagai warna yang merepresentasikan perbedaan harga sehingga pelanggan pun dapat dengan mudah mengetahui sudah berapa uang yang mereka habiskan untuk melahap sushi.

Restoran kaiten sushi pertama, Mawaru Genroku Sushi, dibuka di Jepang pada tahun 1958. Shiraishi Yoshiaki yang merupakan pemiliknya, awalnya mengembangkan usaha restoran sushi di Osaka di mana para pelanggannya berdiri. Namun kemudian ia mulai menambahkan mesin sushi berputar untuk mempermudah para pekerjanya dan mengurangi biaya.

Semenjak itu, jumlah restoran sushi berputar pun meningkat. Beberapa cabang lokal seperti Sushiro dan Kura-zushi saat ini telah memiliki sejumlah cabang di seluruh Jepang. Sementara itu, restoran sushi milik asing seperti Yo! Sushi! dan Planet Sushi juga sudah sukses di luar Jepang.

Seiring dengan perkembangan bisnis restoran sushi, restoran pun mulai mencari cara lain untuk menarik pelanggan, tak hanya dengan harga nya yang murah. Saat ini restoran sushi semakin kompetitif dengan penggunaan teknologi pemesanan sushi menggunakan tablet touchscreen. 

Teknologi tersebut juga dilengkapi berbagai pilihan bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, Tiongkok, dan Korea. Di beberapa restoran sushi bahkan terdapat kereta shinkansen yang mengantarkan piring-piring sushi pesanan ke meja pelanggan. Di Indonesia sendiri, terdapat Genki Sushi yang menawarkan teknologi tersebut.

Bahkan beberapa gerai besar seperti Kura-Zushi yang telah membuka gerai di Kalifornia dengan nama Kula, memiliki sistem yang secara otomatis mengembalikan piring bekas pakai ke dapur. Dengan meletakkan lima piring kosong ke sebuah alat yang telah terinstalasi di meja pelanggan. Terdapat pula kesempatan bagi para pelanggan untuk mencoba game di screen tablet yang memungkina mereka mendapatkan kesempatan memenangkan sebuah mainan bertemakan sushi.

Di kebanyakan restoran, seperti Sushiro, piring-piring dilengkapi dengan chip elektronik yang dapat melacak waktu ketika diletakkan di atas mesin sehingga dapat menarik piring-piring tersebut secara otomatis pada batas waktu tertentu untuk menjaga kesegaran sushi.

Sejumlah restoran kaiten-sushi menawarkan harga murah yakni 100 Yen per piring, jika ditambahkan pajak maka sekitar 108 Yen. Namun secara umum, harga bervariasi tergantung jenis makanannya dengan harga termahal berkisar 500 Yen.

Perbedaan harga dapat dilihat melaui warna di piringnya sehingga memudahkan pelanggan untuk mengetahui jumlah yang harus dibayarkan. Piring-piring yang dilengkapi dengan chip elektronik memudahkan kerja para staf nya karena mereka dapat mengkalkulasi hanya dengan menggesek sebuah kartu elektronik.

jg00076_ph06-200x300

Secara umum, sushi di restoran langsung dilengkapi dengan wasabi. Namun bagi mereka yang tidak menyukai wasabi dapat memesan tanpa wasabi. Selain itu semua restoran dilengkapi dengan gelas dan air panas, serta bubuk teh hijau atau kantung teh. Tekan gelas ke tombol di kran air panas untuk mengisinya dengan air panas. Jika di negara lain teh hijau panas dikenakan biaya, maka di Jepang anda akan mendapatkannya secara gratis. Tak lupa juga disediakan gari (acar jahe) yang tersedia secara percuma untuk mencuci mulut.

Namun bukan berarti restoran kaiten-sushi hanya menjual sushi, beberapa juga turut menjual ramen, ayam goreng, kentang goreng, camilan, dan bahkan kopi yang ikut diletakkan di mesin berputar. Terkadang beberapa restoran regional juga menjual makanan khas lokal.

Kaiten-sushi merupakan sebuah pengalaman murah meriah dari negeri sakura dan patut dicoba karena sudah melekat kuat dengan kehidupan orang Jepang saat ini. Ketika pergi ke Jepang maka anda harus mencoba kaiten-sushi.

Sumber dan Foto: Nippon

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.