Kaisar Akihito Akan Turun Tahta Dalam Beberapa Tahun Mendatang




Kaisar Akihito

Salah satu sumber Pemerintah Jepang mengeluarkan pernyataan jika Kaisar Akihito berencana untuk turun tahta dalam beberapa tahun lagi. Ini akan menjadi kali pertama Kaisar Jepang melakukannya di era modern.

Kaisar berusia 82 tahun itu masih aktif dalam menjalankan tugasnya, namun di bulan Mei silam, badan Rumah Tangga Kekaisaran mengungkapkan jika sang Kaisar akan mulai memangkas beberapa pekerjaannya.

“Seseorang yang dapat mengambil alih pekerjaan (yang ia tinggalkan) harus mengambil posisi tersebut.” ujar narasumber mengkutip pernyataan Kaisar.

Narasumber juga menyatakan jika keinginan Kaisar Akihito sudah disampaikan dan diterima oleh Permaisuri Michiko dan anaknya, Putra Mahkota Naruhito dan Pangeran Akishino. Kaisar terakhir Jepang yang melepaskan jabatannya adalah Kaisar Kōkaku pada tahun 1817 atau di fase akhir periode Edo (1603-1868).

 

Pemangkasan pekerjaan Kaisar Akihito pada sejak bulan Mei lalu dimaksutkan untuk meringankan tugas dan bebannya.  Kaisar dan Permaisuri memotong jumlah pertemuan mereka dengan tamu di Istana Kekaisaran. Rencana tersebut juga melewatkan makan siang dengan tamu asing, termasuk pemimpin nasional pada kunjungan kerja resmi mereka ke Jepang.

Mereka juga tidak akan lagi bertemu dengan kepala Departemen Prefektur Polisi, para jaksa penuntut umum, serta pihak pengadilan distrik, dan majelis kota. Pemangkasan ini adalah yang pertama kali sejak tahun 2009 dimana ditetapkan jika Kaisar dan Permaisuri tidak harus memberikan pidato selama kunjungan ke kota-kota di Jepang.

Meski sudah berusia 82 tahun, Kaisar Akihito diberitakan tetap dalam kondisi yang baik. Pada bulan Februari lalu ia sempat menderita influenza yang mengakibatkan demam.  Sebelumnya pada tahun 2011, Kaisar menderita penyakit pneumonia bronkial atau peradangan umum dari paru-paru dan dan menjalani operasi bypass jantung pada bulan Februari 2012. Kaisar juga dilaporkan telah menerima terapi hormon untuk mencegah kambuhnya kanker prostat setelah melakukan pengangkatan tumor pada tahun 2003.

Pada tanggal 7 Januari 1989, Putra Mahkota Akihito yang saat itu berusia 55 tahun menjabat sebagai Kaisar dengan menggantikan ayahnya, Kaisar Hirohito yang meninggal dunia.  Pada Juni 1953, Pangeran Akihito mewakili Jepang sebagai utusan dalam upacara pelantikan Ratu Elizabeth II dari Britania Raya. Pada 10 April 1959, ia menikah dengan Michiko Shoda (lahir 20 Oktober 1934), anak perempuan Shoda Hidesaburo, presiden komisaris Industri Tepung Nisshin.

Perkawinan tersebut menerobos tradisi karena Michiko Shoda bukan seorang keturunan bangsawan yang pertama yang menikah dengan keluarga kerajaan. Selepas itu, Pangeran Akihito dan Putri Michiko mengadakan kunjungan resmi ke 37 negara. Pangeran Akihito naik takhta setelah Kaisar Hirohito wafat pada 7 Januari 1989 dan secara resmi menjadi kaisar Jepang yang ke 125 pada 12 November 1990.

Sumber: Japan Times

 

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.