Jepang Siapkan Nama Baru Untuk Gantikan Era Heisei




Kaisar Akihito

Pemerintah Jepang merencanakan langkah-langkah hukum yang akan memungkinkan Kaisar Akihito turun tahta dan digantikan oleh anaknya dalam dua tahun. Ini menjadi peristiwa turun tahta pertama dalam dua abad terakhir.

Kaisar Jepang, Akihito (83 tahun), memberikan pertanda pada Agustus, dia ingin turun tahta. Ia mengatakan khawatir jika usianya akan mempersulit dia untuk melakukan tugasnya secara keseluruhan. Turun tahta menurut hukum yang berlaku di Jepang saat ini tidak dapat dilakukan.

Meskipun demikian, sejumlah laporan media mengatakan, pemerintah mempertimbangkan sejumlah langkah yang akan mengizinkan Akihito untuk turun tahta dan menyerahkan tahta kepada Pangeran Naruhito.

Mundurnya Kaisar Akihito sekaligus akan mengakhiri era Heisei yang memiliki arti “mencapai perdamaian,” setelah sebelumnya menggantikan era Showa atau “pencerahan dan harmoni,” yang digunakan saat zaman ayahnya, Kaisar Hirahito.

Pemerintah Jepang juga sedang menggodok ide untuk memberikan nama baru di era Pangeran Naruhito yang rencananya dinobatkan sebagai kaisar Jepang di puncak Tahta Seruni, pada 1 Januari 2019 mendatang.

Nama untuk era baru diperkirakan sudah akan ditetapkan sebelum tahun 2018 sehingga para pebisnis dan pejabat pemerintah juga akan memiliki cukup waktu untuk melakukan penyesuaian seperti untuk kalender dan dokumen resmi.

Sumber: Japan Times

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2217 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.