Jepang Awasi Komunitas Muslim Sebagai Upaya Kaunterterorisme




Mahkamah Agung Jepang mendukung pengawasan pemerintah terhadap komunitas Muslim. Mahkamah Agung menolak banding kedua yang dilakukan oleh penggugat dari komunitas Muslim Jepang yang merasa bahwa terdapat invasi terhadap privasi dan kebebasan beragamanya.

Pada tahun 2011 terungkap 114 dokumen kepolisian yang memperlihatkan pengawasan terhadap Muslim Jepang. Dokumen tersebut memperlihatkan bahwa terdapat pengawasan terhadap tempat ibadah umat Muslim, restoran halal, dan juga berbagai organisasi Islam yang terdapat di Tokyo.

Dalam waktu beberapa minggu setelah bocornya dokumen tersebut, datanya telah diunduh lebih dari 10.000 kali dari 20 negara melalui sebuah website.

Sebuah kelompok yang beranggotakan 17 orang Muslim Jepang, sebagian besar didominasi oleh pendatang dari Timur Tengah dan Afrika Utara, memutuskan untuk menuntut Pemerintah Jepang karena telah melanggar hak konstitusional mereka.

Mohammed Fujita, orang asli Jepang yang berpindah agama menjadi Islam sekitar 20 tahun yang lalu, merupakan salah satu penggugat atas tindak pengawasan tersebut.

“Mereka membuat kami seolah-olah seperti terdakwa teroris, walaupun kami tidak pernah melakukan kesalahan apapun,” ungkap Fujita kepada Al-Jazeera.

Mahkamah Agung memberhentikan kasusnya setelah dilakukan 2 kali gugatan pada 31 Mei silam.

Pihak penggugat diberikan 90 juta Yen sebagai kompensasi atas pelanggaran privasi mereka karena kebocoran data.

Namun, hakim tidak membuat keputusan apapun mengenai taktik profiling dan pengawasan yang ditegakkan oleh pengadilan rendah sebagai upaya “penting dan tak dapat dihindari” untuk melindungi negaranya atas terorisme Internasional.

“Kami diberitahu bahwa kami tidak memiliki kasus konstitusional, kami tetap berusaha mencari tahu mengapa ini tidak konstitusional,” ungkap Hayashi Junko, pengacara dari para penggugat.

Berbicara dalam sebuah simposium di Tokyo mengenai pengawasan pemerintah via weblink, NSA Whistleblower Edward Snowden mengungkapkan, “Orang beragama Islam sangat mungkin menjadi target… walaupun mereka tak memiliki aktivitas kriminal atau hubungan atau apapun itu yang terkait dalam latar belakang mereka, sederhananya karena orang-orang takut.”

Sumber dan Foto: Independent UK

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.