Jadi Pemain Jepang Ketiga di Arsenal, Akankah Takuma Asano Sukses?




Takuma Asano

Keputusan Arsenal meminang pemain muda Sanfrecce Hiroshima Takuma Asano memang menyisakan banyak misteri. Tak sedikit yang menganggap jika keputusan klub asal London tersebut tak lepas dari faktor bisnis semata untuk meraih keuntungan dari pasar Asia, dan Jepang tentunya.

Hal tersebut terbilang wajar, karena nama Asano sendiri memang masih asing ditelinga para pecinta sepakbola dunia. Jika berbicara pemain dari Negeri Sakura, tentu yang terlintas pertama adalah nama-nama seperti Keisukes Honda, Shinji Kagawa, dan Shinji Okazaki.

Faktor kedekatan Wenger dengan Jepang menjadi salah satu alasan ia gemar mencari bakat muda dari Jepang. Sebelum Asano, Wenger pernah merekrut dua pemain Jepang lainnya, Junichi Inamoto (2001) dan Ryo Miyaichi (2011). Sayang keduanya terbilang gagal total dan akhirnya harus meninggalkan Arsenal tanpa kesan manis.

Jika berbicara teknik serta talenta, Inamoto berada diatas Miyaichi dan Asano. Inamoto adalah salah satu pemain dengan telenta terbaik dari generasi emas pemain tengah Jepang di akhir 90’an. Bersama Hidetoshi Nakata, Shinji Ono, Hiroshi Nanami, dan Shunsuke Nakamura, Inamoto silih berganti menjadi kekuatan permainan timnas Jepang.

Inamoto terbilang kurang beruntung karena saat ia hijrah ke London dari Gamba Osaka, skuat Arsenal adalah yang terbaik di Inggris, dan salah satu yang terbaik di Eropa. Dengan materi lini tengah yang mumpuni, Inamoto memang sulit untuk bersaing yang membuatnya harus rela sering dipinjamkan hingga akhirnya dilepas oleh Arsenal.

Junichi Inamoto gagal bersaing untuk mendapatkan tempat di Arsenal
Junichi Inamoto gagal bersaing untuk mendapatkan tempat di Arsenal

Satu dekade berselang, Wenger kembali berburu di Jepang, dan kali ini buruannya terbilang mengejutkan karena ia merekrut pemain muda yang belum sekalipun bermain di level profesional, seorang pemuda 17 tahun bernama Ryo Miyaichi.

Bakat Ryo tercium ketika ia bermain gemilang bersama sekolahnya Chukyodai Chukyo dalam pertandingan SMA Nasional di Jepang. Wenger kemudian membawanya ke London dan memberikannya kontrak profesional. Setelah itu, ia mengirim Miyaichi ke Feyenoord dengan status pinjaman.

Miyaichi terbilang cukup berhasil dalam masa pinjaman di Belanda. Kecepatannya dalam menggiring si kulit bundar dari sisi sayap menjadi kekuatan utamanya. Sayang karirnya harus sering diganggu oleh cedera yang berkepanjangan yang membuatnya juga harus meninggalkan Arsenal tanpa bisa membuktikan kualitasnya.

Karir Ryo Miyaichi di Arsenal juga terganggu masalah cedera yang berkepanjangan
Karir Ryo Miyaichi di Arsenal juga terganggu masalah cedera yang berkepanjangan

Lantas, siapa sebenarnya Asano? Apakah ia bisa meraih kesuksesan bersama Arsenal?

Hingga akhir tahun 2015, Asano bukanlah pemain yang sering menghiasi surat kabar di Jepang. Membicarakan pemain muda bertalenta yang dinilai bisa menjadi pemain bintang di masa mendatang, nama Asano tertutup dibawah bayang-bayang pemain lain seperti Yoichiro Kakitani, Yoshinori Muto, Yuya Osako, dan Takashi Usami.

Nama Asano mulai ‘terdengar’ ketika ia menciptakan gol penentu keberhasilan Sanfrecce Hiroshima merengkuh gelar juara J.League 2015 ke gawang Gamba Osaka dibabak Championship Series. Keberhasilan yang membuatnya terpilih sebagai pemain muda terbaik Jepang 2015.

Pemilihan Asano sebagai pemain terbaik sendiri menyisakan tanda tanya dikalangan pecinta sepakbola Jepang karena dari 34 pertandingan yang ia mainkan sepanjang masim, hanya dua kali ia bermain sebagai pemain utama, sisanya dari bangku cadangan.

Bagi Sanfrecce sendiri, Asano memang diproyeksikan untuk jangka panjang. Mereka tidak ingin terburu-buru memberikan beban kepadanya. Dengan menjadi pemain pengganti, pihak klub dan suporter berharap Asano bisa belajar dari seniornya Hisato Sato yang selama ini menjadi raja gol dari Hiroshima.

Kecepatan Asano membuatnya mendapatkan julukan jaguar
Kecepatan Asano membuatnya mendapatkan julukan jaguar

Seakan ingin membuktikan jika keputusan menasbihkannya menjadi pemain muda terbaik adalah tepat, Asano menjadi pemain kunci keberhasilan timnas U23 Jepang menjuarai Piala Asia U23 pada bulan Januari 2015 kemarin. Asano sukses mencetak dua gol kemenangan Jepang atas Korea Selatan di partai final sekaligus mengantarkan para Samurai muda meraih tiket berlaga di Olimpiade Rio de Jenairo 2016.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.