Geliat Bisnis Makanan Halal di Jepang




Salah satu restoran halal yang berada dekat dengan Masjid Kobe

Dalam tiga tahun tahun terakhir, banyak perusahaan Jepang yang mulai berkecimpung dalam bisnis makanan halal. Hal ini juga didukung oleh Pemerintah Jepang sendiri guna memfasilitasi wisatawan Muslim terutama dari Indonesia dan Malaysia yang kian banyak mengunjungi Negeri Sakura.

Populasi Muslim global sekarang ini diperkirakan sekitar 1,6 miliar orang. Kebanyakannya adalah generasi yang lebih muda, dan banyak umat Muslim tinggal di negara-negara yang ekonominya meningkat cepat. Jadi pasar makanan halal diyakini punya peluang besar.

Persiapan untuk mendapatkan sertifikasi halal sendiri kadang masih membingungkan. Menghindari bahan-bahan seperti daging babi dan alkohol yang tidak dapat dikonsumsi umat Muslim tergolong ke dalam persiapan Halal.

Sementara sertifikasi halal adalah mendapatkan bukti oleh pihak ketiga bahwa produk-produk yang dipersiapkan adalah sesuai dengan hukum Islam.

Umat Muslim yang telah pindah atau sekarang menetap di Jepang mulai menciptakan komunitas-komunitas yang sering berinteraksi di masjid. Mereka telah mengembangkan sistem sertifikasi halalnya sendiri.

Komersialisasi produk-produk halal telah semakin berkembang pada tahun-tahun terakhir ini, dan jumlah organisasi yang memberikan sertifikasi halal telah meningkat, namun belum ada sistem yang terpadu di Jepang.

Ini bukan hanya yang terjadi di Jepang, sudut pandang dan cara menilai sertifikasi halal juga berbeda di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Bagi perusahaan-perusahaan Jepang penting untuk memilih ke negara mana pihaknya ingin memasok produk. Di Malaysia, misalnya, ada organisasi pemberi sertifikat yang disebut JAKIM.

Jika sebuah produk dari perusahaan Jepang disertifikasi oleh organisasi di Jepang yang berafiliasi dengan JAKIM, maka pihaknya dapat menjual produknya dengan cara yang sama seperti produk yang disertifikasi di Malaysia.

Kebab halal di Shibuya

Dengan menggunakan organisasi-organisasi ini,  maka perusahaan-perusahaan Jepang dapat mengembangkan ekspor ke negara-negara Muslim.

Terkait umat Muslim yang mengunjungi Jepang, penting bagi berbagai perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi halal bagi makanan olahan, kosmestik dan kelengkapan kamar mandinya. Akan menolong juga untuk memiliki label yang menyebutkan bahan-bahannya.

Beragam upaya untuk mendapatkan sertifikasi halal juga telah dimulai pada industri layanan pangan. Akan tetapi, jika restoran ingin mendapatkan standar halal penuh, maka harus mempunyai dapur terpisah, atau tidak dapat menyajikan alkohol.

Sertifikasi Halal akan diperlukan jika suatu restoran ingin sepenuhnya memenuhi hukum Islam hingga taraf tertinggi. Namun, tempat-tempat makan tersebut dapat memilih untuk menawarkan menu dalam bahasa lain terkait hidangan yang disiapkan secara halal yang tidak mengandung alkohol, daging babi atau bumbu-bumbu yang mengandung alkohol atau daging babi.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.