Gelar Jepang UI 2016: Keluar Kandang dan Masih Menjadi Wadah Utama Para Pecinta Jejepangan




Saat musim panas atau Natsu mendatangi Jepang, banyak gelaran matsuri atau festival yang diadakan di Negeri Sakura. Orang Jepang datang berbondong-bondong ke matsuri, banyak diantara mereka yang mengenakan Yukata. Matsuri biasanya akan ditutup dengan festival kembang api.

Di Indonesia, kultur dari Jepang sudah lama hadir. Faktor historis dimana Indonesia pernah dijajah oleh Jepang menjadi salah satu alasan. Di era 90’an anime atau kartun Jepang pun mulai masuk ke Tanah Air yang semakin membuat orang Indonesia tak asing lagi dengan semua hal yang berasal dari Negara Matahari Terbit.

Berbicara tentang musim panas dan matsuri, ada satu acara yang mungkin bisa ditasbihkan sebagai festival kebudayaan Jepang terbesar di Indonesia. Hebatnya, acara tersebut diselenggarakan oleh para mahasiswa/i yang menyalurkan kreativitas serta kecintaan mereka terhadap Jepang.

Gelar Jepang Universitas Indonesia (GJUI) sebuah acara tahunan dari Himpunan Mahasiswa Japanologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (Himaja FIB UI) telah hadir sejak tahun 1994 dan selalu menjadi acara yang paling ditunggu setiap tahunnya oleh para pecinta Jejepangan.

Gelar Jepang UI adalah festival kebudayaan Jepang terbesar di Indonesia
Gelar Jepang UI adalah festival kebudayaan Jepang terbesar di Indonesia

Tahun ini menandai gelaran ke-22 dan acara kali ini terbilang spesial karena untuk puncaknya akan dilaksanakan di Parkir Timur Senayan. Hal ini menjadi pertama kalinya GJUI diselenggarakan diluar kampus.  Kami pun berkesempatan untuk melakukan sesi wawancara dengan panita GJUI tahun ini dan membahas panjang lebar mulai dari persiapan mereka hingga tujuan GJUI sendiri.

Simak wawancara santai kami dengan salah satu panitia GJUI 2016 yang diwakili oleh Ulan.

TDJ: Apa yang membedakan GJUI tahun ini dengan tahun sebelumnya? Maksutnya yang bisa bikin pentonton yang mungkin udah sering ke GJUI sebelumnya tetep harus dateng tahun ini, dan tidak akan meninggalkan kesan “yah acaranya sama saja, gak ada yang beda sama tahun lalu.”

Panitia GJ: Pertama, GJ itu bukan konser. Pengunjung kami bukan sekedar “penonton” yang datang untuk melihat orang Jepang nyanyi di panggung. Mereka adalah orang-orang yang sama seperti kami, orang-orang yang punya ketertarikan pada budaya jepang. Para japanese culture enthusiast datang ke GJ for things they expect, kayak cosplay, mikoshi, makanan jepang, dsb.

Kami mepertahankan hal-hal yang sampai sekarang pun masih banyak diminati, namun kami juga membuat banyak perubahan yang kami dasarkan dari hasil survey pengunjung yang kami buat sebelumnya. Kami mencoba untuk mendengar apa yang pengunjung inginkan dan merealisasikan yang dapat dilakukan. Have you guys noticed? 😀

Hanabi di Gelar Jepang UI 2015
Hanabi di Gelar Jepang UI 2015

TDJ: Ceritain dong gimana proses persiapan GJUI tahun ini? Pasti sibuk kan mengurus segala keperluan hingga mencari sponsor.

Panitia GJ: Bisa dibilang, sibuk banget. Ini pertama kalinya kami mengadakan GJ di luar UI, kan. Bahkan Road to Gelar Jepang kemarin pun diadakan di luar kampus. Tapi kami senang, sih 😀

TDJ:  Akhirnya GJUI keluar kandang, untuk puncak acara di Senayan. Apa yang membuat panitia memutuskan gelaran puncak tahun ini diadakan di luar kampus?

Panitia GJ: It’s time. Selain itu, banyak pengunjung mengatakan boulevard UI terlalu sempit. As we stated before, we tried to listen.

TDJ: Untuk proses pemilihan Guest Stars tahun ini bagaimana?

Panitia GJ: Kami memilihnya berdasarkan banyak pertimbangan. Mulai dari genre hingga stage performance. Kami cukup puas dengan pilihan kami tahun ini.

TDJ: Tahun lalu kan kalian sukses membawa Silent Siren yang bisa dibilang sedang booming di Indonesia dan sukses juga mendatangkan banyak penonton. Tidak takut akan ada downgrade dengan para bintang tamu yang sekarang?

Panitia GJ: Tidak. Karena kami sudah memikirkannya matang-matang. Setiap performer yang telah kami pilih punya keunggulannya masing-masing. To say that it’s a downgrade is not a sensible thing to say.

TDJ: Sebenarnya apa sih visi dan misi GJUI sekarang? Kan keliatan sekarang udah besar dan (maaf) sudah menjurus ke komersil. Apakah masih untuk menjadi wadah komunitas pecinta Jepang di Indonesia?

Panitia GJ: Komersil bagaimana ya, maksudnya? Hahaha. GJ masih festival budaya yang diselenggarakan mahasiswa dan sampai saat ini masih mewadahi japan culture enthusiast. You might want to elaborate more on ‘komersil’ ^^;

TDJ: Terakhir, kasih alasan kenapa para pecinta jejepangan tetep harus datang ke GJUI tahun ini?

Panitia GJ: GJ tahun ini diselenggarakan khusus untuk membuat pengunjung lebih dapat merasakan suasana festival. Yang kami pikirkan adalah bagaimana untuk membuat pengalaman menyenangkan untuk pengunjung, untuk menciptakan sesuatu untuk diingat dan dikenang bersama. So far, persiapan kami sudah matang.

Sampai jumpa di Gelar Jepang UI 22 😀

Jika kalian tidak memiliki rencana akhir pekan ini, pastikan untuk memeriahkan acara Gelar Jepang UI di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia tanggal 13 dan 14 esok!

Poster Gelar Jepang UI 2016
Poster Gelar Jepang UI 2016

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.