Gaji Pekerja Pria di Jepang Lebih Rendah Ketimbang Pekerja Wanita




Di dunia modern sekarang ini, semua jenis pekerjaan bisa dilakoni baik pria maupun wanita, tak terkecuali di Jepang. Mengutip kompas, sekarang ini justru gaji pekerja pria di Jepang lebih rendah dibandingkan pekerja wanita.

Jumlah pekerja wanita di Jepang dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dominasi pria sebagai pencari nafkah utama di keluarga pun kian pudar.

Situasi tersebut ternyata merubah cara pandang kaum anak-anak . Untuk pertama kalinya anak-anak Jepang kini lebih menghormati ibu ketimbang ayah mereka.

Menurut survey yang dilakukan oleh Shinsei Bank, para istri saat ini terus memangkas uang saku suami mereka. Seperti halnya di Indonesia, rumah tangga di Jepang juga dikelola oleh para istri.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja Jepang, peningkatan jumlah wanita yang masuk ke dalam angkatan kerja berarti gaji mereka naik, yakni hingga 15 persen dalam periode yang sama.

Dalam dua dekade terakhir, rata-rata upah dasar pegawai pria merosot 0,5 persen. Meskipun harga yang flat atau turun cenderung memberi sedikit dampak bagi daya beli, namun stagnasi upah berarti membuat uang saku sulit meningkat.

Jumlah anak yang menyatakan mereka menghormati ibu mereka meningkat ke rekor tertinggi, yakni 68,1 persen. Ini adalah pertama kalinya angka tersebut melampaui jumlah anak yang menghormati ayah mereka.

“Kami menduga hubungan antara ibu dan ayah berubah karena meningkatnya jumlah rumah tangga dengan pendapatan ganda. Lebih banyak ibu saat ini bekerja. Mereka bekerja dan cemerlang di luar rumah, namun mereka juga mengurus pekerjaan di rumah,” tulis Hakuhodo Institute dalam pernyataan tertulisnya.

Peningkatan jumlah pekerja wanita di Jepang memang berdampak positif bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, namun menuai efek negatif bagi mereka yang masih melajang. Sebagian besar dari pekerja wanita yang belum menikah memiliki kecendrungan tidak ingin menikah atau punya anak karena bisa membuat mereka kehilangan pekerjaan.

Semakin banyaknya kaum wanita yang menguataman pekerjaan dibandingkan menikah dan memiliki anak jadi salah satu alasan utama jumlah populasi kelahiran di Jepang terus menurun.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2221 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.