Fakta Unik dan Menarik Tentang Sekolah di Jepang




Jepang diketahui merupakan salah satu negara yang sering menjadi tujuan untuk program beasiswa karena budaya belajarnya yang sangat baik. Penasaran dong apa saja kebiasaan unik sekolah di negeri bunga sakura ini? Berikut daftarnya yang kami kutip dari CNN.

1. Jalan kaki

Di Jepang, pergi ke sekolah wajib berjalan kaki. Sekolah untuk siswa SD sampai SMP ditentukan oleh pemerintah, bukan pilihan orang tua ataupun kemauan sang anak. Jadi, orangtua mendaftarkan anaknya ke Balai Kota setempat, kemudian akan ditentukan di mana anak mereka akan bersekolah.

Salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penentuan sekolah adalah jarak rumah dengan sekolah. Mereka akan dipilihkan sekolah yang dekat, sehingga masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Memasuki tingkat SMA, para siswa baru diperbolehkan naik kendaraan. Itu pun bukan motor atau mobil, tapi sepeda. Tak heran, sepeda masih sangat banyak, bahkan di Tokyo sekalipun yang berstatus sebagai ibukota.

Baca Juga
Guru Menjadi Sosok Penting Kebangkitan Jepang Usai Perang Dunia II
Sistem Pendidikan Yang Teratur Menjadi Rahasia Dibalik Kecerdasan Negeri Sakura
Ingin Belajar di Jepang? Ketahui Dulu Hal-Hal Berikut!
Menjadi Negara Kuat Melalui Makan Siang Sekolah

2. Tidak ada sekolah favorit

Jika di Indonesia siswa biasanya berusaha keras untuk masuk ke sekolah unggulan, di Jepang justru tidak ada sekolah yang berstatus unggulan. Karena sudah diatur oleh pemerintah, maka semua sekolah memiliki status yang setara.

3. Tidak ada upacara bendera

Satu fakta lagi yang berbeda dengan di Indonesia, di Jepang tidak ada uparaca bendera. Namun, hal ini bukan berarti mereka tidak nasionalisme.

4. Waktu belajar

Untuk tingkat SD, waktu belajarnya dari jam delapan pagi hingga empat sore. Mata pelajaran yang diajarkan antara lain matematika, Bahasa Jepang, seni, olahraga, dan lifeskill. Khusus untuk siswa kelas 1 dan 2, fokus diajarkan PIPO LONDO (ping poro lan sudo), yaitu penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Siswa diajarkan empat hal tersebut secara terus-menerus sampai lancar.

Untuk pelajaran Bahasa Jepang, para siswa diwajibkan menghafal huruf kanji, karena memang tidak semua orang Jepang juga bisa hafal huruf kanji di luar kepala. Untuk mata pelajaran IPA, siswa diajak untuk terjun langsung ke alam, seperti memancing, berkebun, dan lainnya.

5. Buku project

Di Jepang saat musim panas adalah masa liburan sekolah yang cukup panjang, sekitar 45 hari. saat liburan musim panas atau natsu yoru, para siwa diwajibkan untuk membaca dan menyelesaikan satu buku project. Nantinya, project ini akan dijadikan sebagai penilaian tugas sekolah.

6. Festival budaya

Sekolah di Jepang memiliki banyak acara kebudayaan. Dimulai dari pekan olahraga, camping tour, dan yang paling ditunggu adalah festival budaya (Bunkasai).

Bunkasai bentuknya seperti pentas seni di Indonesia. Ada banyak stand jajanan Jepang, siswa dibebaskan mendekorasi kelas, dan setiap kelas biasanya membuat kafe atau rumah hantu.

Festival budaya di salah satu sekolah yang ada di Jepang

Festival budaya ini dilakukan oleh jenjang pendidikan dari TK hingga universitas selama 2-3 hari. Untuk tingkat SD hingga SMA sifatnya wajib, tapi untuk universitas bersifat seperti ekstrakurikuler.

Bunkasai dimaksudkan untuk melihat prestasi sehari-hari dan menggunakan hasil belajar untuk meningkatkan motivasi. Acara ini biasanya ditutup dengan api unggun dan kembang api.

Demikianlah beberapa kebiasaan unik mengenai sekolah di negara Jepang. Banyak juga yang dapat memberikan inspirasi untuk negara kita sendiri ya. Salah satu yang patut dicontoh adalah kesederhanaan warganya

7. Tas sekolah

Tas yang dipakai untuk sekolah adalah tas yang sama. Tas kotak yang biasa kita lihat di film-film Jepang, seperti Doraemon, yang disebut randoseru. Untuk siswa laki-laki, warna tas yang boleh dipakai adalah biru dan hitam. Sedangkan siswa perempuan diperbolehkan memakai tas berwarna-warni.

Tas ini terbilang cukup mahal, yaitu seharga 30.000 yen (Rp 3,5 juta), tapi bergaransi hingga enam tahun. Jadi, selama enam tahun duduk di bangku SD, siswa tidak diperkenankan untuk bergonta-ganti tas sekolah. Randoseru ini sifatnya tidak dapat dihibah ya, jadi satu tas hanya untuk dipakai oleh satu siswa.

8. No gadget

Meskipun berbagai gadget canggih berasal dari negara ini, tapi siswanya tidak diperkenankan membawa gadget ke sekolah. Satu-satunya penghubung antara orang tua dan anak adalah sekolah. Tanpa gadget, tidak ada perbedaan mana ‘si kaya’ dan ‘si miskin’ di sekolah.

9. Bangunan sekolah

Sekolah di negara yang 70 persennya dipenuhi pegunungan ini memiliki luas lahan minimal 1 hektare. Luas tanah untuk lapangan bahkan lebih besar dibandingkan dengan luas bangunannya.

Sekolah yang ada di kota umumnya memiliki fasilitas lengkap untuk menunjang pembelajaran. Ada aula, lapangan outdoor, lapangan baseball, lapangan tenis, kolam renang, ruang klub, musik, masak, penyiaran radio, dan banyak lagi.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.