Facebook Aktifkan Alarm Untuk Mencegah Aksi Bunuh Diri di Jepang




Facebook akan mencoba untuk membantu menanggulangi permasalahan bunuh diri di Jepang

Facebook turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan tingginya angka bunuh diri di Jepang, menciptakan jalan untuk mereka yang merasa tak punya harapan agar diperhatikan dan punya seseorang yang dapat mendengarkannya.

Pada hari Rabu (29/6), Facebook menciptakan sebuah instrumen yang memungkinkan penggunanya untuk menghidupkan alarm pada tulisan status yang memperlihatkan bahwa mereka berada di ambang batasnya.

Pengguna Facebook sebenarnya telah bisa menggunakan fasilitas ini sejak 2011, namun baru saja tersedia di Jepang.

Seorang pembaca yang status yang mencurigai akan adanya orang lain yang berusaha menyakiti dirinya sendiri, dapat segera menekan simbol berbentuk V di pojok kanan atas untuk melaporkan perhatian mereka, kemudian klik pada tombol lainnya untuk membantu temannya.

Pengguna diajak untuk membantu mengubah pikiran seseorang. Pilihannya termasuk mengirimkan pesan, konsultasi dengan teman Facebook lainnya atau membaca saran dari pakar tentang apa yang harus dilakukan.

Penulis dari status tersebut akan dapat melihat laman spesial yang memberitahukan mereka bahwa terdapat seseorang yang sebenarnya perhatian ketika mereka log in kembali.

Mereka akan diberikan referensi ke website dan nomor telepon support group. Mereka juga diajak untuk mengirimkan pesan ke teman terdekat di Facebook untuk bercerita tentang situasi yang tengah dihadapi.

Facebook telah berperan aktif dalam pencegahan aksi bunuh diri sejak 2011. Mereka sadar bahwa upaya paling tepat untuk membuat seseorang mengubah pemikirannya adalah dengan mendengarkan nasihat dari orang terdekat, ungkap Kumiko Hidaka, jurubicara Facebook di Jepang via e-mail pada hari Kamis (30/6).

“Berkat pembaruan ini, Facebook dapat menawarkan bantuan lebih banyak kepada orang-orang yang menuliskan status yang menggambarkan bahwa mereka dalam kondisi mental dan fisik buruk,” ungkap Hidaka.

Jasa ini dijalankan melalui kerjasama dengan sebuah kelompok hotline kasus bunuh diri, Federation of Inochi No Denwa Inc., yang namanya jika diartikan adalah Telepon Kehidupan, dan juga sebuah organisasi nonprofit Befrienders International Suicide Prevention Center Tokyo. 

Walaupun angka bunuh diri terlihat menurun, namun kasus bunuh diri di kalangan anak muda masih menjadi masalah serius di Jepang.

Badan Kepolisian Nasional mengungkapkan bahwa terdapat 24.025 kematian akibat bunuh diri pada tahun 2015, penurunan selama 6 tahun terakhir. Namun presentase angka bunuh diri oleh anak berumur 19 tahun dan lebih muda serta orang tua berumur 70 tahun ke atas meningkat kembali hingga ke titik yang sama pada tahun 2007, tahun setelah hukum dasar untuk upaya pencegahan bunuh diri mulai diberlakukan.

Bunuh diri merupakan penyebab paling umum dari kematian di kalangan orang berumur 15 hingga 39 tahun pada 2014. Di tahun yang sama, tercatat bahwa bunuh diri mendominasi setengah dari penyebab kematian orang berumur 20 hingga 29 tahun.

Revisi undang-undang terkait upaya pencegahan bunuh diri telah diberlakukan pada April. Undang-undang tersebut mewajibkan masing-masing pemerintah kota untuk memberikan rancangan draft konkrit untuk mengatasi permasalahan ini dan pihak universitas juga membantu untuk memberikan pengajaran yang lebih baik kepada para calon tenaga medis untuk mencegah upaya bunuh diri.

“Keterlibatan Facebook dalam penanggulangan kasus bunuh diri ini “sangatlah penting,”” ungkap Yasuyuki Shimizu, kepala dari organisasi nonprofit pencegahan bunuh diri, Lifelink.

Terutama mengingat sosial media begitu populer di kalangan anak muda.

“Mereka yang ingin bunuh diri sebenarnya tidak selalu ingin melakukan itu. Jika mereka mengetahui bahwa terdapat mereka yang siap membantu, saya percaya mereka akan mengubah pikirannya. Keuntungan dari SNS adalah dapat dengan mudah menjangkau orang yang membutuhkan pertolongan. Namun tentunya tak ada solusi komplit untuk mencegah bunuh diri,” ungkap Shimizu.

Sumber dan Foto: Japan Times

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.