Di Jepang Ada Profesi untuk Mendengarkan Curhatan Seseorang




Takanobu Nishimoto

Sesuatu yang terkadang aneh dan tidak masuk akal terkadang terlihat normal dan masuk akal. Sudah banyak cerita tentang hal-hal nyeleneh dari Negeri Sakura. Satu lagi profesi yang terbilang konyol kini mulai ramai di Jepang. Pekerjaannya pun tampak tidak sulit, hanya mendengarkan keluh kesah dari seseorang.

Biasanya seseorang yang sedang mengalami masalah dalam hidupnya mencoba berbagi cerita atau curatan hati (curhat) dengan sahabat, keluarga, hingga psikolog, namun di Jepang ternyata banyak yang tidak berani melakukannya. Oleh karena itu, Takanobu Nishimoto bersama teman-temannya bersedia menjadi pendengar curhatan mereka yang tak berani.

Para “ossan” atau pria berusia antara 45-55 tahun itu bisa disewa secara online lewat situs yang disediakan Takanobu Nishimoto. Tarif yang dikenakan untuk jasa ini sebesar 10 dolar AS atau sekitar Rp 130.000 per jam.

“Bagi saya, layanan ini adalah sebuah hobi di atas segalanya,” kata Nishimoto.

Baca Juga
Hikikomori: Fenomena Mengurung Diri di Kamar Bertahun-tahun
Kenapa Banyak Perjaka Tua di Jepang?
Mengapa Banyak Tragedi Bunuh Diri di Jepang?

Nishimoto memulai profesi dan usahanya sejak empat tahun silam dan ternyata mendapatkan respons yang bagus dari para klien. Kini usahanya sudah berkembang dan memiliki lebih dari 60 orang “ossan” sewaan di seluruh Jepang.

“Ide awalnya adalah untuk meningkatnya citra orang-orang di usia saya, orang-orang yang mulai tak lagi dianggap serius orang di sekitarnya,” tambah Nishimoto.

Dalam satu bulan, Nishimoto biasanya menangani sebanyak 30-40 klien sebulan dimana 70 persennya diantaranya adalah perempuan.

“Orang-orang yang menyewa saya biasanya meminta pendampingan selama satu atau dua jam, seringkali hanya mendengarkan mereka,” ujar Nishimoto kepada AFP.

Dia memberi contoh salah seorang pelanggannya adalah perempuan berusia 80 tahun yang setiap pekan selalu menghubungi untuk menemaninya berjalan-jalan di sebuah taman.

“Saya sudah seperti anaknya sendiri,” kata Nishimoto.

Klien lainnya sangat beragam, antara lain adalah seorang nelayan yang bosan merasa kesepian saat menangkap ikan, mahasiswa dengan ambisi bisnis tapi tak didukung keluarga dan seorang karyawan yang tak tahu harus bersikap kepada atasannya.

Meski mendapatkan banyak klien, Nishimoto sendiri telah beberapa kali mencoba berhenti dari kegiatannya ini, tetapi ia menyadari bahwa dirinya juga membutuhkan para kliennya seperti mereka membutuhkannya.

“Saya tak pernah tahu apa yang mereka inginkan saat menyewa jasa saya, dan terus terang itu sedikit menakutkan tetapi juga sangat menarik,” kata dia.

“Sejujurnya, saya tidak pernah menemukan masalah dengan para klien seaneh apapun mereka…saya mendapatkan banyak pengalaman emosional,” dia menegaskan.

Tidak diterangkan apakah klien dari Nishimoto juga termasuk penderita hikikomori, sebuah penyaki sosial yang semakin marak di Jepang dimana banyak anak muda di Jepang sekarang ini yang memilih mengurung diri di dalam kamarnya sendiri dalam waktu yang cukup lama.

Sumber: Kompas.com

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.