Cerita Salah Satu Survivor Gempa dan Tsunami 2011 di Sendai




Gempa dan tsunami 2011 menghancurkan kota Sendai

11 Maret 2011 menjadi salah satu hari paling kelabu dalam sejarah Jepang. Gempa bumi yang diikuti oleh tsunami menghantam wilayah Tohoku yang terlatak di pinggiran Samudra Pasifik.

Gempa dengan kekuatan 9.0 skala richter ini dianggap sebagai yang terbesar di Jepang dalam 1.200 tahun terakhir dan juga adalah satu dari empat gempa terbesar yang pernah terjadi di dunia.

Sendai, ibukota dari Prefektur Miyagi yang berada di wilayah Tohoku menjadi salah satu kota yang mengalami kerusakan paling parah dan banyak penduduknya yang meninggal serta hilang.

Gempa utama didahului oleh serangkaian gempa awal dengan kekuatan 7,2 MW pada 9 Maret yang terletak 40 kilometer (25 mil) dari zona gempa 11 Maret, dan diikuti oleh tiga gempa lainnya pada hari yang sama di atas 6 MW.

Satu menit sebelum gempa, Peringatan Awal Gempa Bumi yang terhubung dengan sekitar 1.000 seismometer di Jepang mengirimkan peringatan di televisi mengenai gempa selanjutnya kepada jutaan orang. Hal ini diduga telah menyelamatkan banyak jiwa.

Setelah itu, Sendai dan kota lainnya yang mengalami kerusakan akibat bencana nasional tersebut mencoba bangkit dan memulihkan kondisi wilayah mereka yang porak-poranda. Meski demikian, luka dan rasa kehilangan anggota keluarga, serta sanak saudara lainnya tetap tidak bisa dilupakan.

Foto seorang wanita yang menangis usai gempa dan tsunami di Tohuku 2011
Foto seorang wanita yang menangis usai gempa dan tsunami di Sendai

Yosuke, salah satu sahabat kami yang tinggal di Sendai, adalah salah satu saksi hidup tragedi memilukan ini. Ia pun merasa sangat beruntung lolos dari terjangan maut gempa dan tsunami yang menghancurkan kota kelahirannya.

“Ketika itu (11 Maret 2011) saya sedang dalam perjalanan pulang dari kampus, seketika jalan-jalan di kota menjadi lautan. Saya terus bergegas menuju rumah dibantu oleh salah satu guru saya.” ujar Yosuke.

Beruntung ia bisa mencapai rumahnya dalam kondisi kota yang mulai hancur. Ia segera berlari untuk mencari keluarnya.

“Ibu saya, dan para tentangga, semua diselimuti rasa ketakutan yang besar. Setelah itu terjadi pemadaman listrik, dan salju mulai turun. Kami hanya bisa berdoa, dan sudah siap untuk menghadapi kematian.”

Disaat Yosuke dan keluarganya sudah berserah diri, keajaiban menyelimuti mereka dan berhasil bertahan dari terjangan tsunami hingga akhirnya mereka diselamatkan oleh regu penyelamat.

Berhasil selamat, Yosuke merasakan pilu yang mendalam ketika ditempat penampungan korban ia melihat banyak orang-orang yang menangis karena kehilangan anggota keluarganya.

Hal ini yang membuatnya bertekad untuk membantu korban-korban lainnya, terlebih disaat itu tidak banyak persediaan makanan dan minuman.

“Bersama teman-teman kampus, kami menjadi relawan dan silih berganti membantu para korban lainnya. Kami pergi keluar kota dengan jarak yang jauh untuk membeli makanan dan minuman bagi teman-teman yang ada di tempat penampungan.”

Satu hal yang membuat Yosuke serta para relawan lainnya gigih membantu adalah ia melihat para korban menunjukan semangat untuk bertahan meski diantara mereka banyak yang kehilanggan anggota keluarnganya.

“Saya ingat ada seorang wanita paruh baya yang berdiri dibelakang saya mengatakan ayo semangat, kita harus melewati ini semua bersama-sama. Melihat semangatnya, saya menjadi lebih kuat. Satu sama lain kami saling memberikan semangat untuk berjuang.”

Beberapa hari berselang, bantuan terus berdatangan dari seluruh penjuru Jepang dan negara lainnya. Penduduk Sendai yang selamat merasa tidak sendirian, dan sangat berterima kasih atas semua bantuan yang diberikan.

Sempat putus asa, Yosuke dan korban selamat lainnya merasa diberikan mukjizat oleh Tuhan untuk melanjutkan hidup mereka. Untuk itulah, ia mengatakan tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang didapatkan.

“Kita tidak hidup sendiri, dan perlu membantu sesama. Jangan kalah.” tutup Yosuke.

Narasumber: Yosuke (@maimaidenden)

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.