Bersepeda di Karuizawa: Tuan Rumah “Terrace House”




Cerita cinta Tsubasa dan Shion dari Terrace House: Opening New Doors bersemi di Karuizawa. Tsubasa dan Shion menggambarkan sepasang kekasih yang masing-masing karakternya menentang stereotip masyarakat umum dimana Shion merupakan model pria, sementara Tsubasa adalah pemain es hoki perempuan. Semua cerita cinta mereka bermula di Karuizawa dan mereka pun turut serta mengajak para penontonnya menikmati keindahan Karuizawa. Dalam artikel ini tim The Daily Japan mengunjungi Karuizawa secara langsung dan hendak memperkenalkan sejumlah lokasi menarik di Karuizawa sekaligus napak tilas Terrace House.

Shinkansen dan Sepeda

Kami memulai perjalanan ke Karuizawa dengan menaiki Shinkansen dari Stasiun Omiya, Saitama. Kami tak perlu lagi membeli lagi tiket shinkansen karena telah memiliki Tokyo Wide Pass, yang perlu kami lakukan hanyalah memesan kursi shinkansen ketika sampai di stasiun untuk menghindari berdiri jikalau keretanya penuh. Selain Stasiun Omiya, Stasiun Tokyo dan Ueno pun dapat menjadi opsi untuk titik keberangkatan. Tergantung dengan lokasi terdekat dari penginapan anda. Anda dapat menaiki shinkansen Hakutaka atau Asama. Perjalanan dari Stasiun Ueno atau Tokyo hingga Stasiun Karuizawa hanya memakan waktu lebih kurang 60-70 menit, sementara itu dari Stasiun Omiya sekitar 40-50 menit.

Setibanya di Stasiun Karuizawa anda dapat menemukan sejumlah tempat penyewaan sepeda di sekitar stasiun. Memang disarankan untuk menyewa sepeda selama berada di Karuizawa mengingat waktu tunggu untuk bus tidak tentu dan juga titik perhentian bus tidak terlalu banyak. Harga sewa sepedanya pun bervariasi, titik penyewaan yang berada di sekitar stasiun memang relative lebih malah, yakni sekitar 800-950 Yen untuk setengah hari. Sementara itu jika berjalan lebih jauh sedikit dari stasiun anda bisa saja mendapatkan harga sekitar 700 yen untuk setengah hari. Harga pun terkadang bervariasi tergantung dengan jenis sepedanya, untuk sepeda olahraga tentunya lebih mahal dan bisa dikenakan biaya lebih dari 1000 yen untuk setengah hari.

Berburu Soba dan Kopi

Setibanya di Karuizawa kami melihat sekali restoran soba di sekitar Karuizawa. Berhubung kami ingin mencoba napak tilas Terrace House, kami memutuskan untuk mengunjungi Restoran Sasa milik ayah dari Sato Tsubasa, salah satu cast dari Terrace House. Bermodalkan sepeda dan google maps, kami berhasil tiba di restoran tersebut yang ternyata lokasinya tidak terlalu jauh dari Karuizawa Prince Shopping Plaza. Restoran Sasa rupanya belakangan semakin sering dikunjungi oleh penggemar Terrace House tak hanya yang datang dari Jepang, bahkan juga dari luar negeri. Ketika kami tiba di sana, kami mencuri dengar salah satu pengunjung lainnya bahwa mereka adalah penggemar dari Tiongkok.

Soba yang disajikan pun bervariasi dari soba dingin hingga hangat. Harganya memang relatif mahal, yakni dimulai dari sekitar 1500 Yen untuk set lengkap. Tapi tentunya “ada harga, ada rasa”. Cita rasanya sobanya sungguh otentik, terutama setiap paginya soba yang disajikan dibuat langsung di restoran tersebut. Tempura nya pun begitu renyah dan tidak terlalu berminyak. Sebelum menyantap soba, pelayan di restoran tersebut memastikan bahwa anda memahami cara menikmati soba nya dengan memberikan sebuah petunjuk singkat dalam Bahasa Inggris.

Setelah menyantap soba, jangan lupa mengajak Sato-san untuk berfoto karena beliau akan dengan senang hati mengabulkan permintaan anda.

Setelah menikmati soba rasanya ingin sekali menikmati kopi di lokasi yang instagrammable. Akhirnya tim kami pun memutuskan untuk pergi ke Harunire Terrace. Harus diakui perjalanan dengan menggunakan sepeda sangatlah jauh, namun perjalanan kami terasa lebih menyenangkan karena pemandangan alam sekitar yang begitu indah. Pegunungan dan sungai terbentang di sepanjang perjalanan. Tak lupa juga bangunan perumahan tua bergaya barat yang membuat anda rasanya ingin berhenti di setiap titik untuk mengambil foto.

Jika anda ingin kopi, maka terdapat dua pilihan yakni Maruyama Coffee dan Sawamura Bakery. Rasanya semua rasa letih anda akan terbayarkan dengan kopi nikmat yang ditemani dengan pemandangan indah sejauh mata memandang.

Keunikan Arsitektur Gereja Karuizawa

Karuizawa memiliki beberapa gereja dengan arsitektur menarik, seperti Gereja Kogen, Gereja Katolik Sei Paolo, dan Gereja Batu. Gereja Batu sendiri terletak tidak jauh dari Harunire Terrace. Anda hanya perlu jalan kaki dari Harunire Terrace sampai ke Gereja Batu. Tinggalkanlah sepeda anda di tempat parkir Harunire Terrace karena terdapat tanjakan curam menuju Gereja Batu.

Gereja ini dibangun oleh seorang arsitektur Amerika bernama Kendrick Kellog. Kellog berusaha untuk tidak mengganggu keteraturan alam sekitar dan memastikan bahwa arus air, udara, dan undakan tanah nya tetap terjaga. Sekat antar batu dan sejumlah jendela membuat gereja ini mendapatkan penerangan alami yang cukup.

Berbelanja di Karuizawa

Terdapat beberapa titik untuk berbelanja, yakni Kyu-Karuizawa Ginza dan Karuizawa Prince Shopping Plaza. Jika anda ingin membeli oleh-oleh khas lokal maka Kyu-Karuizawa dapat menjadi alternatif utama. Salah satu oleh-oleh khasnya adalah selai dimana sejumlah took menyajikan berbagai pilihan selai. Sementara itu jika anda ingin berbelanja barang-barang bermerk, maka Karuizawa Prince Shopping Plaza adalah tempatnya. Tempatnya sangat besar dan hampir seluruh merk ternama terdapat di sana. Lokasinya pun tepat di sebelah Stasiun Karuizawa. Anda pun dapat menemukan musholla jika ingin menunaikan ibadah sholat. Anda hanya perlu ke meja informasi untuk menanyakan lokasinya dan juga meminta dibukakan ruangannya karena musholla tersebut hanya dibukakan pintunya jika ada yang ingin sholat.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



Chaula Rininta 10 Articles
C.R.A Food and Travel Hunter 武藤十夢推し @ayaelectro 📷: Samsung A5 2016 + Fujifilm XA3 Jakarta, Indonesia - Singapore ayaelectro.wordpress.com