Bermodal Skuat Muda, Kashima Antlers Raih Gelar Juara Paruh Pertama J.League 2016




Kashima Antlers sukses menjadi juara paruh musim J.League 2016

Hasil imbang yang diraih Kawasaki Frontale saat melawat ke Avispa di pekan ke-16 (18/6), membuat Kashima Antlers yang main dua jam sesudahnya, berpeluang menyodok keposisi puncak dengan catatan harus meraih kemenangan atas Urawa Red Diamonds di Saitama.

Melawat ke kandang Urawa yang selalu didukung penuh dukungan suporternya memang menjadi salah satu laga tandang terberat di J.League. Bermain dibawah tekanan 40,000 pendukung tuan rumah, Antlers secara mengejutkan berhasil menundukan Urawa dengan skor meyakinkan 0-2. Tambahan tiga poin membuat mereka menggeser posisi Frontale dan berada diatas angin dalam perebutan gelar juara paruh pertama karena satu laga tersisa melawan Avispa akan mereka lakoni di kandang mereka.

Akhirnya, kemenangan dua gol tanpa balas Antlers saat menjamu Avispa Fukuoka hari Sabtu (25/6/) berhasil menasbihkan mereka sebagai jawara paruh pertama J.League 2016. Torehan yang terbilang sangat luar biasa mengingat musim ini tim asal Ibaraki tersebut dihuni oleh mayoritas pemain muda.

Ketika di awal musim, tidak banyak yang menjagokan tim tersukses di Jepang tersebut. Selain bermodalkan pemain bintang, prestasi Antlers di J.League dalam enam tahun terakhir memang tidak terlalu mengkilat. Bahkan di musim 2012, mereka harus puas berada diposisi ke-11, sekaligus untuk kali pertama dalam sejarah mereka terlempar dari posisi 10 besar.

Sejak meraih gelar juara liga musim 2009, nama Antlers seakan tenggelam dibawah bayang-bayang Sanfrecce Hiroshima, Gamba Osaka, ataupun Urawa Red Diamonds yang membangun materi tim dengan skuat bermaterikan pemain bintang. Meski tetap berhasil menjurai ajang Nabisco Cup, namun gelar tersebut sejatinya tidak terlalu bergengsi.

antlers

Skuat Antlers untuk mengarungi musim 2016 menjadi salah satu yang termuda dengan rata-rata usia 24,5 tahun. Kapten sekaligus legenda hidup mereka Mitsuo Ogasawara menjadi pemimpin sekaligus pembimbing untuk bintang-bintang muda seperti Gaku Shibasaki dan Caio.

Antlers sedikit beruntung karena berhasil mendapatkan Mu Kanazaki. Mantan bintang Nagoya Grampus itu memilih berlabuh di tim peraih tujuh gelar juara Liga tersebut daripada kembali ke Nagoya usai kegagalannya di Eropa saat merumput di Jerman dan Portugal.

Kanazaki yang terbiasa bermain sebagai seorang penyerang sayap dijadikan sebagai penyerang tengah di Antlers. Posisi baru ini ternyata sangat cocok untuknya dan membuatnya bisa mengeluarkan semua telenta yang dimiliki. Tajamnya Kanazaki di depan tak lepas dari sokongan bola dari lini tengah yang dialirkan oleh Shibasaki, dan juga Caio dari sisi sayap. Perlahan tapi pasti, Antlers bermain seperti sebagaimana mestinya, bermain sebagai tim terbaik dalam sejarah J.League.

Keberhasilan meraih gelar paruh pertama sekaligus membuat Antlers mendapatkan tiket menuju babak Champioship Series diakhir musim nanti. Komposisi pemain muda Antlers yang sudah dibangun dalam dua musim terakhir memang tinggal menunggu waktu untuk mekar, namun tidak ada yang mengira akan secepat ini.  Melihat tim-tim unggulan seperti Sanfrecce, Gamba, dan Urawa masih tidak konsisten, peluang Antlers untuk mengakhiri puasa gelar juara Liga dalam enam tahun terakhir memang terbuka lebar.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.