Berita Pria Jepang yang Tewas Tertimbun Majalah Porno Ternyata Palsu




Beberapa hari terakhir, dihebohkan dengan berita seorang pria di Jepang dikabar tewas setelah koleksi majalah porno miliknya jatuh dan menimpanya. Tubuh pria berusia 50 tahun itu ditemukan terkubur di bawah tumpukan enam ton majalah porno.

Berita itu sendiri pertama kali diterbitkan oleh Daily Mail. Diberitakan juga jika jasad pria baru ditemukan enam bulan kemudian setelah pemilik huniannya mencari tahu mengapa ia belum membayar uang sewa.

Kutipan dari Daily Mail itu menyebut, “pornografi sungguh tidak baik untuk Anda!”

Dikutip dari Gizmundo pada Senin (6/3/2017), ternyata tak satupun dari artikel yang dimuat oleh media asal Inggris tersebut itu benar.

Menurut Gizmundo memang benar ada kematian seorang pria kesepian Jepang namun berita yang dirilis oleh Daily Mail sangat berlebihan dan terkesan untuk mencari sensasi.

Seakan juga ingin mencari sensasi, sejumlah media besar seperti The Mirror, Torono Sun, CBS Philly dan Sky News Australia juga turut mengutip laman itu.

Kisah kematian pria itu pertama kali diberitakan oleh Nikkan Spa pada 28 Februari 2017. Sementara Daily Mail merilis pada 3 Maret. Daily Mail tidak menyebut artikel itu diambil dari Nikkan Spa atau media lainnya. Sehingga, pembaca menyimpulkan kisah itu didapat oleh Daily Mail sendiri.

Tak satupun apa yang ditulis Daily Mail benar. Memang betul, pria itu memiliki koleksi pornografi yang luar biasa banyak. Tapi tak ada bukti satupun bahwa ia meninggal akibat kejatuhan rak berisi 6 ton koleksi majalah dewasanya. Nyatanya, menurut media Jepang, pria itu tewas di atas koleksi majalahnya saat serangan jantung terjadi.

Para kodokushi atau sesorang yang memutuskan untuk menyendiri kerap kali ditemukan tewas setelah jasad mereka mengeluarkan cairan yang kemudian rembes ke lantai bawah penghuni lainnya.

Dalam kasus ini, majalah-majalah itu menyerap cairan tubuh pria malang itu karena ia tewas di atas terbitan tersebut.

“Untuk menghormati jasad pria malang itu, kami membuang seluruh mainan seks agar keluarga tidak malu,” kata seorang kru kebersihan yang mengkhususkan diri mengurus jasad para kodokushi itu kepada Nikkan Spa.

Daily Mail sendiri memang dikenal sebagai sebuah media yang kerap mencari sensasi semata. Wikipedia menyatakan, Daily Mail sebagai media yang tak bisa dipercaya. Selain itu, media asal Inggris ini dinilai miskin fakta, hanya mencari sensasi, dan tak punya sumber berita jelas.

Sumber: liputan 6

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2217 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.