Becak Pertama Kali Diciptakan di Jepang Sebagai Simbol Kesetiaan Suami kepada Istrinya




Menurut catatan sejarah, becak pertama kali diciptakan di Jepang

Ketika mengunjungi Asakusa, salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah berlalu lalangnya Jinrikisha atau yang di Indonesia kita kenal dengan becak. Sama halnya dengan di Tanah Air, keberadaan becak di Jepang pun sudah mulai menghilang dan hanya bisa ditemui dibeberapa tempat.

Menurut cerita, becak memang berasal dari Jepang dengan sebutan Jinrikisha. Cerita bermula di tahun 1869 ketika seorang pria Amerika Serikat bernama Jonathan Scobie yang menjabat pembantu di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jepang, berjalan-jalan menikmati pemandangan Kota Yokohama.

Baca Juga
Menghabiskan Sore di Asakusa
Kosakata yang Perlu Diketahui Sebelum Naik Kereta di Jepang
Panduan Transportasi dari Bandara Haneda Menuju Pusat Kota Tokyo
Merencanakan Berwisata ke Jepang Dengan Odigo-Travel

Ia kemudian berpikir bagaimana cara untuk mengajak istrinya yang kakinya cacat untuk bisa ikut berjalan-jalan. Tentu diperlukan sebuah kendaraan. Kendaraan itu, pikirnya, tidak usah ditarik kuda karena hanya untuk satu penumpang saja.

Jinrikisha di Jepang pada tahun 1897
Jinrikisha di Jepang pada tahun 1897

Setelah itu,  ia mulai menggambar kereta kecil tanpa atap di atas secarik kertas. Rancangan tersebut ia kirimkan kepada sahabatnya, Frank Pollay yang membawa rancangan sahabatnya kepada seorang pandai besi bernama Obadiah Wheeler yang kemudian membuatkannya becak.

Setelah itu,  ia mulai menggambar kereta kecil tanpa atap di atas secarik kertas. Rancangan tersebut ia kirimkan kepada sahabatnya, Frank Pollay yang membawa rancangan sahabatnya kepada seorang pandai besi bernama Obadiah Wheeler yang kemudian membuatkannya becak.

Jinrikisha memiliki arti kendaraan tenaga manusia

Orang-orang Jepang tertegun melihat kendaraan yang ditarik oleh Scobie. Mereka akhirnya menamakannya dengan “Jinrikisha” (人力車, 人 jin = orang, 力 riki = tenaga, 車 sha = kendaraan), yang berarti “kendaraan tenaga manusia”. Tak lama berselang, jinrikisha mulai menarik perhatian para bangsawan.

Ketenaran jinrikisha di Negera Matahari Terbit mulai sampai ke telinga masyarakat di Tiongkok. Dalam waktu singkat, jinrikisha hadir di Tiongkok dan menjadi kendaraan kaum bangsawan dan kendaraan umum.

Biaya berkeliling Asakusa dengan jinrikisha cukup mahal

Kendaraan ini (dalam bahasa Inggris) diberi nama rickshaw. Sementara penghelanya disebut hiki. Tapi, lama-lama para pemerhati kemanusiaan di Tiongkok iba melihat para hiki yang kerja bagaikan kuda itu. Jadi mulai 1870, rickshaw dilarang beroperasi di seluruh jalan-jalan di negeri Tiongkok. Sementara jinrikisha di Jepang sebelumnya sudah lama dilarang. Pada tahun 1950-an becak yang ditarik manusia ini menghilang dari bumi Jepang.

Di Asakusa sendiri untuk menaiki jinrikisha tarifnya terbilang mahal, apalagi untuk orang Indonesia. Jika di Tanah Air kita hanya perlu mengeluarkan uang paling mahal puluhan ribu rupiah, di Asakusa biayanya sebesar 4.000-6.000 yen atau sekitar 500.000 rupiah. Tarif ini untuk satu orang, sedangkan untuk dua orang bisa dikenakan biaya 10.000 yen atau satu juta rupiah. Harga yang sangat fantastis untuk sekedar naik becak.

Selain di Asakusa, Jinrikisha juga mudah ditemui di Higashiyama

Meski tarifnya tergolong mahal, tetap banyak wisatawan asing yang menaiki jinrikisha. Kebanyakan dari mereka merasa penasaran menikmati kendaraan tradisional di negara asalnya. Mencari penarik jinrikisha di Asakusa pun tak sulit, karena mereka biasa mangkal di depan Kaminarimon atau gerbang halilintar.

Meski sempat menimbulkan kontroversi dengan masalah kemanusiaan,  jinrikisha akan selalu dikenang sebagai hasil karya yang muncul dari rasa kasih sayang dan kesetiaan seorang pria kepada istrinya. Jika kalian akan mengujungi Asakusa, dan memiliki uang berlebih, tidak ada salahnya untuk mencoba petualangan berkeliling dengan becak tradisional Jepang yang sudah sangat langka tersebut.

Sumber: Wikipedia, Majalah Historia

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.