Banyak Orang Jepang yang Belum Menikah Hingga Usia 50 Tahun




Pemerintah Jepang nampaknya masih belum bisa mengatasi masalah menurunnya populasi penduduk yang ada di negara mereka. Sensus terbaru Jepang menunjukkan populasi penduduk turun sebanyak hampir 1 juta jiwa dalam periode lima tahun.

Ini merupakan penurunan populasi pertama yang tercatat dalam sensus sejak sensus tersebut mulai dilakukan tahun 1920. Salah satu alasan kuat yang menyebabkan menciutnya populasi penduduk Jepang adalah semakin turunnya minat orang Jepang untuk menikah. Tanpa pernikahan tentu tidak akan ada regenerasi.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis dari Badan Peneliti Sosial dan Populasi Jepang, hampir 1 dari 4 pria dan 1 di 7 wanita di Jepang belum menikah hingga mereka berusia 50 tahun.

Baca Juga
Hampir 40% Anak Muda di Jepang Tidak Ingin Punya Pacar
Lebih Mementingkan Pekerjaan Jadi Alasan Wanita Jepang Enggan Memiliki Anak
Perusahaan Jepang Semakin Kekurangan Pekerja Lokal
Populasi Terus Menurun, Jepang Akan Punah di Tahun 2040!

Dari data yang didapat, 23.37 penduduk pria Jepang yang sudah berusia 50 tahun atau lebih hingga sekarang belum menikah. Angka tersebut naik sebesar 3.23% dari penelitian yang dilakukan sebelumnya pada tahun 2010. Sementara untuk wanita berada di angka 14,06% atau naik 3.45% dari sebelumnya.

Angka tersebut sangat kontras dengan hasil penelitian di tahun 1970 di mana hanya 1,7%  pria dan 3,33% wanita berusia 50 tahun atau lebih yang belum menikah.

Menurut beberapa ahli, tren ini terjadi karena sekarang ini tidak ada lagi tekanan sosial untuk menikah kepada orang yang sudah memasuki usia pernikahan. Satu alasan lagi adalah banyak yang beranggapan jika menikah dan memiliki anak akan semakin menambah biaya hidup.

“Menjadi lajang untuk seumur hidup sekarang ini tidak lagi langka,” kata Akiko Kitamura, seorang peneliti senior di Dai-ichi Life Research Institute, perusahaan yang meneliti isu-isu pernikahan dan kelahiran anak.

“Sekarang tidak ada lagi tekenan sosial untuk menikah, sehingga banyak orang memilih untuk melajang dan hidup sendiri,”

“Pada saat yang sama, banyak anak muda tidak bisa menikah, bahkan meskipun mereka ingin. Mereka tidak dapat membayangkan memiliki sebuah keluarga, terutama anak, karena kurangnya kesempatan untuk bertemu orang-orang dan kesuksesan finansial.”

Kitamura juga mengatakan jika Jepang membutuhkan kebijakan untuk “menstabilkan pekerjaan dan mengatur lingkungan di mana pria dan wanita dapat bekerja sambil membesarkan anak-anak.”

Sekarang ini, sekitar 40% dari kaum pekerja Jepang terdiri pekerja paruh waktu. Hal ini membuat kondisi kerja tidak stabil lebih jika dibandingkan dengan satu dekade silam.

Survei lain yang dirilis oleh lembaga pemerintah tahun lalu menunjukkan banyak orang yang belum menikah karena terhambat masalah finansial meskipun sebenarnya mereka ingin menikah.

Sumber: Japan Times

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2215 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.