Avispa Fukuoka : Mencoba Lepas Dari Predikat Tim Yoyo




Avispa Fukuoka berhasil promosi ke J-League divisi 1 setelah menahan imbang Cerezo Osaka di final play-off pada bulan Desember 2015

Setelah Avispa Fukuoka bermain di divisi 2 selama empat musim, klub kebanggaan kota Hakata itu berhasil kembali ke kasta tertinggi liga sepakbola Jepang untuk musim 2016 setelah menahan imbang Cerezo Osaka 1-1 di final play-off pada bulan Desember 2015 lalu.

Profile

Fujieda Blue merupakan sebuah klub yang berasal dari kota Fujieda, prefektur Shizuoka yang berdiri pada tahun 1982, sebelum akhirnya mereka pindah ke Fukuoka di tahun 1994 dan berganti nama menjadi Fukuoka Blux untuk mengarungi Japan Football League di tahun 1995.

Fukuoka Blux langsung menjadi juara di musim pertamanya dan berhak promosi ke J-League di tahun 1996. Hal ini tidak lepas dari bantuan Hugo Maradona. Adik legenda Argentina Diego Maradonia itu berhasil  mencetak 27 gol dalam 27 penampilannya bersama klub asal Fukuoka ini.

Setelah promosi, Fukuoka Blux akhirnya mengganti nama menjadi Avispa Fukuoka untuk mengarungi J.League musim 1996 hingga saat ini. Kata “Avispa” berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “Tawon”. Sehingga, klub ini juga mendapat julukan “Hachi (蜂)” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Lebah/Tawon”.

Koreo dari suporter Avispa Fukuoka di Level 5 Stadium untuk mendukung tim kesayangan mereka promosi ke J1
Koreo dari suporter Avispa Fukuoka di Level 5 Stadium untuk mendukung tim kesayangan mereka promosi ke J1

Kandang dari Avispa Fukuoka bernama Hakata no Mori Football Stadium, sebelum akhirnya mereka mengganti nama menjadi Level5 Stadium di tahun 2008 dan stadion tersebut masih menjadi home-ground Avispa hingga saat ini.

Berhasil menjaga eksistensi di divisi teratas selama lima tahun, Avispa Fukuoka harus rela terdegradasi ke divisi 2 pada tahun 2001 setelah hanya mampu finish di posisi 15 klasemen akhir karena saat itu klub di J1 masih berisikan 16 tim.

Klub berseragam biru itu menghabiskan waktu selama empat tahun untuk bisa kembali berlaga kasta tertinggi. Musim 2006 mereka kembali ke J1, dan di tahun yang sama mereka pun kembali terdegradasi ke J2.

Medio 2007 hingga 2010 kembali mereka habiskan di divisi 2 dan berhasil meraih promosi karena finish di urutan ke-3 klasemen akhir musim 2010. Namun sial, di musim 2011 mereka gagal bersaing dan kembali harus terdegradasi. Catatan yang membuat mereka seperti tim yoyo.

Di tahun 2015, mereka menunjuk salah satu legenda sepakbola Jepang Masami Ihara sebagai pelatih mereka. Mantan kapten Samurai Biru itu pun berhasil menunaikan tugasnya dengan baik dan membawa Avispa kembali promosi ke J1.

Peluang musim 2016

Tak ingin kembali terdegradasi, Avispa Fukuoka cukup aktif di bursa transfer musim dingin. Hingga saat ini mereka telah melepas 13 pemain dan mendatangkan 13 pemain.

Avispa melakukan salah satu pembelian terbaik di bursa transfer kali ini dengan mendatangkan Danilson Cordoba dari Nagoya Grampus. Hadirnya pemain asal Kolombia itu akan memperkuat lini tengah yang akan di isi oleh Suzuki Jun dan Sueyoshi Toshiya.

Sementara kiper yang baru di datangkan dari Busan I-Park, Lee Beom-Young sepertinya akan mendapatkan kepercayaan untuk berada di bawah mistar gawang Avispa Fukuoka. Ia akan di kawal oleh tiga bek yaitu Shunsuke Tsutsumi, Tamura Yu dan Mizuki Hamada.

Untuk posisi lini depan, nampaknya pelatih Masami Ihara akan tetap mempercayakan kapten tim, Hisashi Jogo yang berduet dengan penyerang asal Brazil, Wellington. Di bantu oleh Nakamura Hokuto dan pemain yang baru mereka datangkan dari Shonan Bellmare, Masashi Kamekawa untuk menyerang dari sektor sayap.

Danilson dipercaya akan membantu Avispa Fukuoka bertahan di J-League divisi 1 berkat pengalamannya bersama Nagoya Grampus selama 5 tahun
Danilson dipercaya akan membantu Avispa Fukuoka bertahan di J-League divisi 1 berkat pengalamannya bersama Nagoya Grampus selama 5 tahun

Namun jika melihat hasil pertandingan pra-musim sejauh ini, Avispa Fukuoka mengalami krisis penyerang yang mampu mencetak banyak gol.

Terlihat dari enam pertandingan yang dimainkan selama pra-musim sejauh ini, Avispa hanya mampu mencetak empat gol yang mana dua gol di antaranya mereka cetak di pertandingan keenam.

Selain itu, lini pertahanan mereka pun masih terbilang belum bagus dan belum solid. Yang paling parah ketika mereka menjalani pertandingan pra-musim melawan JEF United Chiba di ajang New Year Cup 2016, total lima gol yang mampu disarangkan oleh klub asal prefektur Chiba itu ke gawang Avispa Fukuoka.

Jika hal ini terus dibiarkan, rasanya Avispa Fukuoka harus berjuang semaksimal mungkin untuk dapat bertahan di J1. Kalau tidak, kejadian seperti musim 2006 dan 2011 akan terulang dan mereka akan kembali berkutat di divisi 2.

Selain mengemban misi untuk tetap berada di J1 dan melepas predikat tim yoyo, Avispa pun memiliki misi lain yang ingin mereka penuhi. Mereka ingin merebut pasar Fukuoka yang di dominasi oleh penggemar olahraga baseball dengan Softbank Hawksnya.

Karena di Jepang sendiri penggemar baseball masih lebih banyak daripada penggemar sepakbola, tetapi hal tersebut tidak membuat stadion sepakbola menjadi kosong. Musim lalu Avispa berhasil meningkatkan jumlah fans yang datang ke stadion dengan melakukan kolaborasi bersama idol grup lokal asal Fukuoka, HKT48 untuk sebuah acara televisi.

Dengan beradanya Avispa Fukuoka di kasta tertinggi liga sepakbola Jepang, bukan tidak mungkin mereka akan mampu menyaingi Softbank Hawks untuk merebut pasar Fukuoka dan meningkatkan jumlah fans untuk datang ke Level 5 Stadium.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About Faiz Fachnaz Saputra 67 Articles
Gamer | IGN: Riyuunyan | Japanese Football Enthusiast | Gamba Osaka | Pokemon Master | GIANT KILLING |