Oshin, Amachan dan Kesuksesan NHK Asadora




Kesuksesan Amachan berhasil melambungkan nama Rena Nounen

Apakah kalian masih ingat dengan serial drama Oshin yang pernah tayang di TVRI? Oshin mungkin adalah drama Jepang pertama yang sangat populer di Indonesia.

Di negara asalnya, Oshin ditayangkan oleh stasiun televisi terbesar Jepang, NHK setiap pagi dari tanggal 4 April 1983 hingga 31 Maret 1984. Oshin adalah Asadora (drama pagi) yang paling sukses.

Program ini pertama kali dimulai pada tahun 1961 saat NHK menayangkan Musume to watashi yang diambil dari sebuah novel karya Shishi bunroku. Drama ini ditayangkan selama 20 menit dari jam 08:40 hingga 09.00 JST selama lima hari dalam satu pekan. Shishi bunroku bertahan selama satu tahun.

Setelah itu NHK morning series, sebutan lain program ini mulai mendapatkan respons yang positif dan meraih rating yang tinggi. Ciri khas drama seri ini adalah tokoh utama dalam cerita selalu anak gadis yang sedang menghadapi tantangan untuk mencapai cita-cita.

Pemeran utama dipilih oleh NHK lewat audisi yang diikuti oleh ribuan peserta dan seperti menjadi batu loncatan bagi anak muda di Jepang yang bermimpi untuk menjadi artis dan berkecimpung di dunia hiburan.

Hayashi Michiko menjadi artis pertama yang sangat booming setelah bermain di sebuah drama pagi. Ia sukses menjadi pemeran utama dalam drama berjudul Uzushio yang tayang pada tahun 1964 dan terpilih menjadi pembawa acara di sebuah acara akhir tahun paling akbar di Jepang Kōhaku Uta Gassen.

Pemilihan jam tayang yang tepat dinilai menjadi salah satu alasan asadora berhasil meraup banyak penonton. Para pemirsa menyempatkan diri untuk menonton sebelum pergi ke sekolah ataupun tempat bekerja. Jika terlewat, mereka bisa menyaksikan ulangannya pada pukul 12.45-13.00 JST yang juga bertepatan dengan jam makan siang.

Program drama pagi mencapai kesuksesan secara nasional saat NHK menayangkan Ohanahan di tahun 1966. Drama ini sukses melahirkan seorang aktris muda yang bernama Kashiyama Fumie. Setelah sukses bermain di drama pagi, Ia pun menjadi idola nasional.

Kashiyama Fumie berhasil mendongkrak namanya usai bermain sebagai Heroine dalam serial drama Ohanahan
Kashiyama Fumie berhasil mendongkrak namanya usai bermain sebagai Heroine dalam serial drama Ohanahan

Ohanahan meraih kesuksesan besar. Hampir semua orang Jepang dari kota hingga besar hingga daerah terpencil sepertinya menyaksikan drama ini di pagi hari. Kesuksesannya juga terlihat dari soundtrack nya yang dipilih menjadi lagu tema dari iklan salah satu provider terbesar Softbank.

Tidak pernah dibayangkan sebelumnya jika sebuah drama di pagi hari berhasil membuat keadaan sunyi di dalam kota, tetapi Ohanahan sukses melakukannya. Penduduk Jepang seperti berhenti melakukan aktivitas sejenak untuk duduk manis di depan televisi dan menyaksikan drama ini.

Drama pagi terus menjadi pintu utama para artis muda memulai karir mereka. Setelah Hayashi Michiko dan Kashimaya Fumie, lahir nama-nama seperti Ōtake Shinobu (Mizuiro no toki, 1975), Matsushima Nanako (Himawari, 1996), hingga Takeuchi Yūko (Asuka, 1999).

Belum lama ini, para penonton drama Jepang dimanjakan oleh wajah cantik dari Nounen Rena setiap paginya. Sebelumnya, tidak banyak yang mengenal wanita kelahiran Hyogo ini.

Rena berhasil menjadi idola nasional setelah sukses memerankan Aki dalam drama Amachan yang ditayangkan NKH mulai dari 1 April hingga tanggal 28 September 2013.

Amachan juga sukses dalam penjualan buku dan lagu temanya, serta mempopulerkan kata “jejeje” yang dalam dialek Iwate memiliki arti “apa?” saat terkejut.

Amachan tidak hanya sukses meraih rating tinggi tapi berdampak positif untuk wilayah Tohoku
Amachan tidak hanya sukses meraih rating tinggi tapi berdampak positif untuk wilayah Tohoku

Drama ini berhasil membawa manfaat ekonomi ke wilayah Tohoku dan dianggap sebagai fenomena sosial. Amachan juga sukses memenangkan Galaxy Award untuk program televisi terbaik tahun 2013.

Dari semua asadora, tidak akan ada yang menyangkal jika Oshin adalah yang tersukses dari yang tersukses. Seri ini terdiri dari 297 episode sepanjang 15 menit dan telah ditayangkan di 59 negara, termasuk Indonesia. Pada 1984, Oshin diadaptasi ke dalam sebuah anime oleh Sanrio.

Menceritakan perjalanan hidup Shin Tanokura dalam era Meiji hingga awal 1980-an. Ia dipanggil “Oshin”, dan harus bekerja keras dari sejak kecil sampai dewasa, namun kemudian berkat usahanya menjadi pemilik waralaba toko swalayan yang kaya.

Hingga sekarang Oshin masih menjadi serial tersukses dalam sejarah Asadora
Hingga sekarang Oshin masih menjadi serial tersukses dalam sejarah Asadora

Banyak pemirsa terharu dengan kisah sedih masa kecil Oshin yang diperankan oleh Ayako Kobayashi. Rating pemirsa tertinggi untuk sebuah episode drama ini adalah 62,9% dengan rating rata-rata sebesar 52,6%.

Memang tidak semua drama pagi mampu menembus rating diatas 40%, namun stabil di angka 20%. Asadora sudah menjadi tradisi dan bagian dari kehidupan para penduduk Jepang.

Disaat mereka bosan dengan para pemeran drama lain yang mungkin ‘itu-itu’ saja, asadora memang menawarkan sesuatu yang fresh dengan para muka baru di dunia hiburan negeri Sakura.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.