Apakah Penyebab Gempa dan Tsunami 2011 di Tohoku?




Gempa yang disusul tsunami menghantam wilayah Tohuku tahun 2011 silam

Gempa 9 skala richter yang menggoyang timur laut Jepang pada Jumat 11 Maret 2017 dipicu oleh benturan lempeng tektonik. Gempa itu juga membuat adanya peregangan sepanjang ratusan kilometer di dasar laut.

Pakar gempa dari Universitas Tokyo, Satoko Oki, mengatakan, gempa besar ini hampir seribu kali lipat lebih kuat daripada gempa bumi 1995 Hanshin Besar yang menewaskan lebih dari 6.000 orang.

“Gempa disebabkan bertumbuknya lempeng tektonik Pasifik dan Amerika Utara. Lempeng Pasifik  terdorong masuk ke Palung Jepang, menyebabkan tsunami setinggi 10 meter di pantai timur,” katanya.

Para ahli memperkirakan dampak dari gempa di dunia terbesar kelima ini akan mengubah lempengan sejauh 20 meter. Menurut US Geological Survey, pusat gempa ada di 373 km timur laut Tokyo dan 130 km timur Sendai.

Oki memperingatkan gempa dahsyat seperti ini sangat jarang terjadi. “Ini terjadi hanya sekali dalam 1.000 tahun,” kata dia. Yuji Yagi, profesor di Tsukuba University, mengatakan gempa bumi skala ini dapat memicu gempa bumi lain.

Regu penyelamat ketika melakukan evakuasi mencari para korban gempa dan tsunami Tohoku 2011
Regu penyelamat ketika melakukan evakuasi mencari para korban gempa dan tsunami Tohoku 2011

Sementara ditahun 2013 silam, tim peneliti dari McGill University, Kanada, juga mencoba untuk mengungkap penyebab dari bencana ini.

Sebanyak 27 ilmuwan dari 10 negara  melakukan ekspedisi selama 50 hari pada tahun 2012. Para peneliti melakukan pengeboran di tiga titik wilayah Jepang untuk memeriksa zona munculnya gempa bumi tahun 2011 lalu, yaitu tempat bertemunya dua lempeng tektonik di planet ini.

Dua lempeng itu adalah lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara. Akibat dari bertemunya dua lempeng itu menciptakan zona subduksi, dengan lempeng Amerika Utara berada di atas tepi lempeng pasifik.

Akibat dari lempeng pasifik yang turun ke dalam perut Bumi menciptakan palung Jepang.

“Hasil dari pengeboran yang dilakukan pada tahun 2012 lalu menunjukkan tergelincirnya dua lempeng tektonik itu disebabkan oleh tipisnya permukaan lempeng tersebut. Tebalnya kurang dari lima meter,” kata Christie Rowe, Ahli Geologi dari McGill University.

Dia menambahkan, ketebalan itu adalah pengetahuan baru. Itu merupakan lempeng tertipis di Bumi. Tim peneliti juga menemukan tanah di lempeng itu terdiri dari sendimen yang sangat halus.

“Jika Anda mengoleskan jari-jari di tanah itu rasanya seperti pelumas. Temuan jenis tanah di zona tergelincirnya wilayah Tohoku juga menjadi bukti penyebab terjadinya gempa besar di tahun 2011 lalu,” kata Rowe.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.