Mengalami Degradasi Popularitas, Akankah AKB48 Bertahan?




AKB48 menghadapi ujian untuk mempertahankan keperkasaan mereka dalam menjual CD

Lagu terbaru dari AKB yang berjudul “365 Nichi no Kami Hikouki” telah menjadi lagu tema dari drama pagi NHK Asa ga Kita. Program tersebut telah ditayangkan sejak musim gugur 2015 dan telah berhasil menjadi drama populer dengan menembus angka rating penonton sebesar 25%.

Tak dapat dipungkiri bahwa AKB48 menarik lebih banyak perhatian untuk program tersebut. Pada saat bersamaan, mereka juga merilis sebuah single terbaru berjudul “Kuchibiru ni Be My Baby” pada 9 Desember 2015 kemarin.

Melalui single terbarunya, idol group dari Akihabara itu berhasil mencetak rekor penjualan CD single dengan 29 kali menempati posisi puncak Oricon, sebuah ranking mingguan dari penyedia informasi musik, website Oricon.

Penjualan CD dari AKB48 secara kumulatif pun telah melebihi angka 36 juta CD, melampaui pencetak rekor sebelumnya, band rock B’z. Selain itu, penulis lirik dari grup tersebut, Akimoto Yasushi, juga mencetak penjualan 100 juta CD untuk lagu-lagu yang ia karyakan dari AKB48 dan grup lainnya.

Penjualan hari pertama dari Kuchibiru ni Be My Baby hanya berhasil menembus 810.000 kopi. Angka penjualan tersebut mungkin sudah sangat baik bagi grup lainnya, namun tidak bagi AKB48 karena memperlihatkan penurunan angka penjualan selama lima tahun terakhir ini. Terutama pada minggu pertama tak berhasil menembus penjualan 1 juta kopi.

Penurunan Grafik Penjualan CD AKB48

Disamping penurunan angka penjualan, AKB48 tetap menjadi grup di Jepang yang berhasil menjual lebih dari 800.000 kopi CD untuk sebuah single. Namun pada faktanya, mereka sebenarnya selalu berhasil menjual lebih dari 1 juta kopi CD pada minggu pertama yang menjadi bukti kekuatan grup tersebut di Jepang.

Ketidakmampuan AKB48 untuk menembus penjualan 1 juta kopi di minggu pertama menunjukkan sebuah perubahan telah muncul. Secara ironis terjadi perubahan pada saat grup tersebut menginjakkan umur ke-10 nya pada 8 Desember 2015 kemarin.

Kebanyakan orang berpikir bahwa sebenarnya musik tidaklah menjadi faktor utama mengapa AKB48 berhasil menembus penjualan 1 juta kopi dalam setiap single nya.

Namun terdapat suatu acara bernama “handshake events” yang menjadi daya jual utama mereka karena menjadi sarana bagi para fans untuk bertemu secara langsung dan bersalaman dengan para anggota AKB48. Para fans membeli CD yang disertai dengan tiket untuk bersalaman dengan anggota favorit mereka.

Secara umum satu buah tiket dapat digunakan untuk bersalaman selama 10 detik, tetapi para fans tentunya ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan anggota favoritnya sehingga mereka membeli lusinan CD untuk menambah proporsi waktu pertemuannya.

Sebuah sistem “membayar untuk menyapa” ini secara tidak langsung dapat disamakan juga dengan bar kyabakura di Jepang, dimana sejumlah orang membayar harga tertentu untuk dapat minum sambil ditemani para wanita cantik.

AKB48 bukanlah satu-satunya grup yang memiliki handshake event. Sejumlah idol group lainnya memilki acara serupa, seperti sebuah acara dimana para fans dapat berpose bersama untuk sebuah foto dengan anggota favoritnya atau bahkan mendapatkan pelukan. Namun tetap saja grup tersebut belum dapat melampaui penjualan single sebanyak 1 juta kopi.

Seiringan dengan handshake event, AKB48 telah menarik perhatian pula dengan beberapa acara lainnya, seperti pemilihan umum yang dikenal dengan Senbatsu Sousenkyou dimana para anggota diurutkan berdasarkan popularitasnya dan mendapatkan posisi berdasarkan peringkat tersebut. Trik tersebut semakin menarik para fans yang ingin para member favoritnya mendapatkan peringkat tinggi.

Ulang tahun dari AKB48 berarti juga membuat para fans yang telah mengikuti jejak mereka dari awal menjadi berumur 10 tahun lebih tua. Kebanyakan berharap bahwa para fans lama mulai menaruh perhatian kepada grup serupa lainnya, seperti NMB48 atau HKT48, namun pada kenyataannya justru sejumlah fans mulai berpikir bahwa mereka mulai kehilangan minat kepada grup-grup tersebut.

Mantan Pilar AKB48, Maeda Atsuko dan Oshima Yuko
Mantan Pilar AKB48, Maeda Atsuko dan Oshima Yuko

Terlebih lagi sejumlah pendekatan yang digunakan seperti pemilihan umum atau larangan untuk berpacaran ternyata sudah tidak begitu menarik perhatian karena telah menjadi sebuah rutinitas.

Bahkan walaupun single terbaru juga turut memasukan single dari drama pagi populer NHK, tetap tak bisa menembus penjualan 1 juta kopi. Sejumlah faktor dilihat mempengaruhi lesunya pencapaian AKB48.

Pada tahun 2002, beberapa tahun sebelum AKB48 debut, terdapat sebuah topik yang hangat dibicarakan, yakni Copy Control CD format yang mulai diperkenalkan di industri musik.

Teknologi CCCD tersebut menghalangi upaya untuk “ripping” data audio ke PC secara sengaja. Jika berusaha melakukannya di PC maka akan keluar kode error karena CD tersebut tidak dibaca oleh pemutar CD sehingga memastikan bahwa CD hanya didengarkan via pemutar CD.

Pengenalan format CCCD merupakan tanggapan dari para petinggi label-label musik besar melihat penurunan penjualan CD. Mereka melihat tren bahwa para konsumen mulai membajak musik untuk dibagikan kepada teman atau secara gratis melalui internet.

Walaupun mengunduh data bajakan merupakan tindakan ilegal, harus diakui bahwa sangat sulit untuk dicegah, untuk sejumlah label rekaman yang menargetkan pasar anak muda dengan pendapatan yang kecil, upaya untuk pencegahan ripping CD dan pembagian data merupakan sebuah pilihan antara hidup dan mati.

Format CCCD pun pada akhirnya tak berhasil dan berakhir menimbulkan sejumlah permasalahan baru. Disc yang digunakan bukanlah CD standard dan akhirnya terkadang tak dapat memutar sistem audio dengan baik. Kemudian sejumlah orang pun mulai menemukan cara untuk mengakalinya dan format CCCD pun tak lagi digunakan.

*Klik page 2

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1809 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.