Banyak Pasutri di Jepang tak Lagi Melakukan Hubungan Intim




Kelelahan akibat bekerja menjadi salah satu alasan utama para pasutri di Jepang tak lagi melakukan hubungan intim

Pemerintah Jepang nampaknya masih belum bisa mengatasi masalah menurunnya populasi penduduk yang ada di negara mereka.

Sensus terbaru Jepang menunjukkan populasi Jepang turun sebanyak hampir 1 juta penduduk dalam periode lima tahun. Ini merupakan penurunan populasi pertama yang tercatat dalam sensus sejak sensus tersebut mulai dilakukan tahun 1920.

Keadaan ini semakin diperburuk dengan hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi Keluarga Berencana Jepang (JFPA), sebuah organisasi untuk kepentingan publik yang berkedudukan di Tokyo.

Melansir Japan Times, Asosiasi tersebut melakukan survey yang melibatkan 3.000 orang berusia 16 – 49 tahun pada akhir tahun lalu mendapat tanggapan dari 1.200 orang, termasuk 655 pria dan wanita yang menikah.

Dari hasil yang didapat, 47,2 persen kaum pria dan wanita yang menikah mengatakan bahwa mereka ada dalam kondisi pernikahan tanpa hubungan intim.

Angka itu mengalami peningkatan 2,6 persen dari jajak pendapat serupa dua tahun silam dan tentunya akan semakin menyulitkan Jepang dalam mengatasi permasalahan penyusutan populasi penduduk.

Angka terkini itu juga jauh lebih tinggi daripada rekor pada 31,9 persen ketika survei dilakukan pertama kalinya pada 2004.

“Kecenderungan untuk tetap berada dalam pernikahan tanpa seks telah semakin meningkat.” ujar Kunio Kitamura, Presiden dari JFPA.

Angka tertinggi pernikahan tanpa hubungan imtin terjadi di antara orang-orang berusia pertengahan hingga akhir 40-an, ketika tuntutan pekerjaan dan keluarga mungkin sedang pada puncaknya.

Sementara lebih dari 22 persen atau naik sekitar 21,3 persen, kaum wanita mengatakan bahwa bagi mereka hubungan intim justru menyulitkan. Di antara kaum pria yang menikah, sekitar 35,2 persen mengatakan bahwa pekerjaan membuat mereka terlalu lelah untuk bercinta.

Sebagian kecil mengatakan bahwa mereka lebih melihat istrinya sebagai sekedar anggota keluarga, bukan partner seksual. Atau ada juga yang mengungkapkan bahwa kehidupan seks mereka redup setelah kelahiran seorang anak.

Kitamura mengatakan, “Inilah pertama kalinya lebih dari 30 persen kaum pria menjawab bahwa mereka terlalu lelah untuk seks setelah bekerja. Selain perbaikan soal jam kerja, perlu juga menelaah cara kerja.”

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2225 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.