Ternyata Banyak Orang Jepang yang tak Memiliki Teman




Sekarang ini banyak orang Jepang yang hidup sendiri tanpa teman

Di Jepang, ada sebuah penyakit sosial yang bernama Hikikomori. Penyakit yang dapat mengancam perekonomian Negeri Sakura. Hikikomori merupakan sebuah permasalahan kondisi kesehatan dan sosial terbesar di Jepang.

Para penderita Hikikomori akan mengurung diri di dalam kamar untuk jangka waktu yang lama, bahkan ada yang berlangsung hingga bertahun-tahun. Mereka mengasingkan diri dari kehidupan sosial, sendiri, dan tidak punya teman.

Belum lama ini, Tokyo MX melakukan survey kepada warga Jepang tentang pertemanan, dan hasilnya cukup mengejutkan dumana 32,64 persen responden menyatakan mereka tidak memiliki teman.

1.260 orang (54,8 persen) mengatakan mereka mempunyai sekurangnya 5 orang, yang mempunyai teman 6 hingga 10 orang ada 216 responden dan 72 orang (3,13 persen) yang mempunya teman lebih dari 11 orang.

Baca Juga
Hikikomori: Fenomena Mengurung Diri di Kamar Bertahun-Tahun
Mengapa Banyak Tragedi Bunuh Diri di Jepang?
Mengapa Wanita Jepang Lebih Suka Menjalin Hubungan Dengan Pria Asing?
Pernikahan Tidak Penting Bagi 33 Persen Orang Jepang

“Masa tertinggi untuk mendapatkan teman biasanya di usia sekitar 20 hingga 25 tahun atau saat berada di perguruan tinggi. Setelah itu jumlah teman akan terus menurun, hingga menjadi sulit mendapatkan teman,” ujar Kaoru Kawai (50), dosen Universitas Waseda memaparkan hasil penelitiannya.

Di usia sebelum masuk ke universitas, terutama saat berada di sekolah dasar, seseorang memang banyak mendapatkan teman, tetapi mungkin karena karena masih kecil, banyak yang terkesan sesaat saja.

“Namun jika terus menerus menghabiskan waktu berdua (bersama teman), seperti pergi ke sekolah atau ke universitas, orang itu biasanya akan menjadi teman yang sangat dekat nantinya,” lanjut Kaori.

Keadaan sosial seperti ini sendiri mulai menimbulkan permasalahan. Menurut Kawai, saat ini cukup banyak ancaman muncul dari banyak pribadi di Jepang yang kini yang tak mempunya teman.

“Hidupnya jadi terbelenggu di dunianya sendiri, pikiran sempit sehingga menjadikan orang tersebut berkeinginan menyakiti orang lain. Itulah sebabnya muncul kejahatan dengan penusukan ke orang lain dan sebagainya karena pikirannya orang yang tidak memiliki teman menjadi sempit,”

Tidak hanya itu, orang yang terbelenunggu di dunianya sendiri memiliki risiko berpenyakit tinggi, termasuk penyakit kanker. Mereka biasanya hanya akan berdiam diri di dalam di rumah atau kamar, membaca, bermain komputer, dan jarang berolahraga.

“Dia hanya di rumah saja dan duduk, sehingga memiliki risiko tinggi terkena penyakit,” tutup Kaori mengacu kepada penelitian yang ia lakukan di Amerika Serikat.

Sumber: Tribunnews

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2215 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.