3 Masjid Bersejarah di Jepang




Masjid Tokyo Camii adalah yang terbesar di Jepang

Meski umat Muslim masih menjadi minoritas di Jepang, namun jejak agama Islam di Negeri Sakura sudah ada sejak akhir abad ke-19. Meski demikian, Menurut catatan Prof Harry J Benda, “penemuan Islam” oleh Jepang baru berkembang sejak awal 1920-an.

Salih Mahdi al-Samarrai dalam Islam In Japan History, Spread, and Institutions In The Country menjelaskan, sebelum era 1900, atau awal era Renaissance, Jepang dan Ottoman memutuskan membangun hubungan persahabatan.

Baca Juga
Masjid Terbesar di Jepang Ramah Kepada non-Muslim
Masjid Kobe, Masjid Tertua di Jepang yang Tetap Kokoh dari Serangan Bom dan Gempa
Arah Kiblat dan Waktu Sholat Di Jepang
Masjid Baru di Tokyo Buka Pusat Pertukaran Budaya Islam

Seorang wartawan muda Jepang yang bernama Shotaro Noda memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdul Haleem yang dianggap sebagai Muslim pertama di Jepang.

Proses masuknya Islam di Jepang berasal dari sub-Benua India sebelum masa kemerdekaan. Kobe, kota pelabuhan di Kansai adalah pintu awal masuknya Islam di Jepang. Para pedagang Muslim kemudian menetap di Kobe, Tokyo, dan Yokohama.

Setelah itu, jumlah komunitas Muslim di Kobe semakin ramai seiring dengan banyaknya pedagang dari Arab dan India yang menjalankan bisnis mereka. Hal ini mendorong komunitas ini untuk membangun rumah ibadah di Kobe dan menjadikannya sebagai Masjid pertama di Jepang.

Meski hingga sekarang tempat ibadah umat Muslim di Jepang belum banyak, kami akan hadirkan 3 Masjid bersejarah di Jepang:

Berikut Masjid bersejarah di Jepang:

1. Masjid Kobe

masjid-kobe-1024x651

Masjid pertama di Jepang ini dibangun sejak tahun 1928 dengan dana sumbangan yang dikumpulkan Komite Islam Kobe. Masjid Kobe akhirnya di buka pada tahun 1935.

Arsitekturnya dibangun dalam gaya Turki tradisional oleh arsitek Ceko Jan Josef Švagr (1885-1969), seorang arsitek yang juga membangun sejumlah bangunan peribadatan Barat di seluruh Jepang.

Masjid ini pernah disita oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada 1943. Pada saat berkecamuknya PD II yang berujung dengan dijatuhkannya bom atom oleh Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki, kota Kobe juga tak luput dari serangan bom udara.

Hampir semua bangunan di Kobe hancur, tapi Masjid Kobe masih tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami retak pada dinding luarnya dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak kehitaman akibat asap serangan bom.

Keajaiban Masjid ini kembali terjadi saat 17 Januari 1995, kota Kobe dihantam Gempa bumi besar Hanshin-Awaji  yang memakan korban jiwa sebanyak 6.433 orang. Di saat semua bangunan lain hancur, Masjid ini tetap kokoh berdiri.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2215 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.